Kenapa Citra Radikal Melekat pada Taliban?
ยทwaktu baca 2 menit

Taliban berhasil memanfaatkan momentum ditariknya pasukan Amerika Serikat dan NATO untuk menguasai Afghanistan. Bahkan, mereka telah menduduki ibu kota Kabul dan Istana Kepresidenan.
Peristiwa itu pun menandakan bahwa Afghanistan akan berada di bawah kekuasaan baru di bawah Taliban.
Rezim Taliban memiliki citra buruk khususnya bagi dunia Barat. Mereka dianggap sebagai kelompok radikal
Kenapa citra Taliban mendapatkan citra radikalnya?
Berikut penjelasan singkatnya:
Ideologi dan Aksi Teror Taliban
Taliban adalah kelompok yang menganut keyakinan Sunni. Saat berkuasa di Afghanistan pada akhir 90-an sampai awal 2000-an Taliban kerap mengeksekusi terdakwa pembunuhan hingga pezina di muka umum.
Taliban juga memberlakukan berbagai larangan seperti menonton film, mendengar musik, hingga tidak memperbolehkan anak perempuan di atas sepuluh tahun untuk sekolah.
Mereka yang berani melanggarnya, maka akan berhadapan dengan berbagai hukuman mulai cambuk, pengucilan, hingga eksekusi mati.
Taliban juga mewajibkan perempuan untuk memakai burqa untuk menutup sebagian besar wajahnya.
Tujuan Taliban memberlakukan hukum ketat tersebut karena ingin menegakkan perdamaian dan keamanan berdasarkan Syariah Islam di wilayah Afghanistan hingga Pakistan.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut Taliban tak ragu menggunakan kekerasan bahkan teror kepada mereka yang menghalangi tujuan tersebut.
Berbagai serangan teror adalah beberapa contoh dari aksi yang ditengarai oleh para milisi Taliban itu.
Serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat hingga serangan yang ditargetkan pada Malala Yousafzai pada pada Oktober 2012 diduga melibatkan Taliban.
Meski diduga terlibat dalam berbagai aksi teror, serangan 11 September 2001 atau (9/11) di Amerika Serikat yang memperkuat citra radikal Taliban di mata dunia.
Mereka diduga berkolaborasi menyembunyikan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, yang merupakan otak dari serangan pada peristiwa 9/11 di Amerika Serikat.
Selain dari itu, Taliban juga menjadi tempat bernaung hingga menimba ilmunya berbagai kelompok teroris lainnya yang ada di dunia.
Meskipun, ada klaim bahwa ideologi Taliban telah berubah seperti perempuan yang saat ini diperbolehkan untuk bersekolah, namun seperti yang dilansir The Conversations, cara kekerasan dan teror yang dilakukan Taliban di Afghanistan tak mengalami banyak perubahan.
Setidaknya dari sekitar 5.459 warga Afghanistan yang terbunuh sebanyak 62 persen di antaranya diduga tanggung jawab Taliban.
Aksi teror lainnya yang ditargetkan kepada hakim, aktivis perdamaian, jurnalis sampai tentara asing di Afghanistan diduga dilakukan oleh Taliban.
