Kendala Website PPDB Jakarta Sangat Disayangkan, Harusnya Bisa Diantisipasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memeriksa formulir para peserta PPDB di SMP Negeri 1 Jakarta, Senin (24/6). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa formulir para peserta PPDB di SMP Negeri 1 Jakarta, Senin (24/6). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Website PPDB Jakarta mengalami kendala selama 2 hari. Orang tua dan siswa kesulitan membuat akun untuk mendaftar ke sekolah yang mereka tuju.

Hal ini sangat disayangkan. Mestinya, Ibu Kota tak perlu mengalami kendala semacam ini karena infrastrukturnya sudah baik.

“Memang sangat disayangkan pada PPDB kali ini ada kendala pada server dikarenakan hampir seluruh orang tua murid mungkin mengakses di saat yang sama, seharusnya hal tersebut dapat diantisipasi oleh Disdik jauh hari dengan mempersiapkan jaringan terbaik untuk servernya” ujar kata Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani, saat dihubungi, Selasa (8/6).

Situs PPDB Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Padahal ini seharusnya sudah menjadi pembelajaran, melihat tahun lalu masalah website yang sulit diakses sudah pernah terjadi. Ini bisa jadi catatan agar tahun depan tak terjadi lagi.

“Ya memang harus jadi catatan evaluasi mengapa tidak berpikir yang lebih canggih untuk mempersiapkan servernya. Hal tersebut pasti ada alasannya, karena memang setiap perbaikan-perbaikan membutuhkan waktu dan evaluasi rutin agar dapat menyelesaikan kendala yang ada.” jelas politikus Gerindra itu.

kumparan post embed

Rani bersama anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta akan terus memantau secara intensif jalannya PPDB hingga selesai. Setelah itu, baru akan memanggil Disdik untuk melakukan evaluasi.

“Biarkan Disdik bekerja secara maksimal terlebih dahulu dan mudah-mudahan tercapai sesuai apa yang diharapkan. Baru nanti kita evaluasi bersama dengan Disdik.” ungkap Rani.

“Kalaupun memanggil di masa proses ini tidak akan maksimal dan tidak ada hasil apa pun yang dapat diubah.” lanjut Rani.