Kepala BGN Terapkan Budaya Kerja Baru: Rapim Tiap Senin, Target Ditagih Mingguan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memberikan keterangan pers terkait perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, mulai menerapkan budaya kerja baru di lingkungan BGN. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap program kerja berjalan terukur setiap minggunya.

Sudaryono menjelaskan, budaya kerja yang dibangun adalah dengan mewajibkan jajarannya untuk menggelar rapat pimpinan tiap hari senin.

"Kami membuat semacam cara bekerja atau budaya kerja yang baru. Jadi kami membuat semacam tata kelola, ya ini hal yang wajar sebetulnya tapi ini kami ingin budayakan, bagaimana setiap hari Senin kami melakukan rapat pimpinan," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Situasi kantor Badan Gizi Nasional usai kaca jendela pecah, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Melalui rapat rutin tersebut, jajaran pimpinan BGN akan merencanakan keputusan sekaligus menentukan langkah-langkah kerja selanjutnya. Sudaryono lebih lanjut mengatakan bahwa target kerja yang dibuat tidak hanya sekadar rencana, melainkan akan langsung ditagih progresnya pada pertemuan minggu berikutnya.

"Kemudian membuat keputusan-keputusan dan juga membuat hal-hal yang memang harus dikerjakan dalam seminggu ke depan, sehingga kita hari ini bikin target, besok dikerjakan, terus minggu depan ditagih, bikin target baru," jelasnya.

Dengan sistem kerja baru tersebut, Sudaryono meyakini berbagai persoalan BGN dapat diselesaikan secara bertahap namun pasti.

"Sehingga satu demi satu, lima demi lima, sepuluh demi sepuluh masalah itu kemudian bisa kita selesaikan," kata dia.