Kepala BGN Ungkap Ada 11.640 Orang Keracunan MBG hingga November 2025
·waktu baca 2 menit

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 11.640 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan akibat kasus keracunan pangan hingga 11 November 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, keracunan MBG menyumbang sekitar 48 persen dari seluruh kejadian keracunan pangan.
"Secara umum total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini ada 441 total kejadian, MBG menyumbang 211 kejadian atau sekitar kurang lebih 48 persen dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia," ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (12/11).
Berdasarkan data yang dipaparkan BGN, total ada 173 kasus luar biasa (KLB) yang melibatkan penerima manfaat program MBG di tiga wilayah pembagian nasional.
Dalam paparan yang disampaikan Dadan di Komisi IX DPR, secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat yang terdampak mencapai 11.640 orang. Dari jumlah tersebut, 636 orang menjalani rawat inap, sementara 11.004 lainnya menjalani rawat jalan.
"Jika dilihat total penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan itu yang rawat inap ada 636. Kalau di Kementerian Kesehatan ini 638 beda dua tapi kami akan sinkronkan. Kemudian yang rawat jalan, berbasis laporan Kementerian Kesehatan itu 13.371 orang," ujar Dadan.
BGN juga melaporkan sebanyak 1.619 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sudah memiliki standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Meski ada kasus keracunan, Dadan menyebut pelaksanaan program makan bergizi tetap berjalan baik.
"Sampai hari ini kita sudah memproduksi total 1,8 miliar porsi makan alhamdulillah dan alhamdulillah sebagian besar berjalan dengan sangat baik," ucapnya.
