Kepala BP Haji Soal Haji Jalur Laut: Lebih Mahal karena Pakai Kapal Wisata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf mengikuti RDP dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf mengikuti RDP dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Kepala Badan Penyelenggaraan Haji (BPH) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan merespons pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyebut ada peluang untuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah via transportasi laut.

Gus Irfan sudah mendengar opsi keberangkatan lewat jalur laut. Ia mengatakan, jalur itu akan memakan waktu lebih lama dibandingkan melalui jalur udara, dan penawaran itu lebih mahal karena kapal yang digunakan adalah kapal wisata.

"Kemudian penawaran yang pertama yang kita terima memang lebih mahal juga karena ini pakai kapal wisata. Sehingga tentu kita tidak mau menambah biaya untuk jemaah haji. Kecuali ini untuk mereka-mereka yang memang dananya lebih, sehingga mau ngambil-ngambil itu," kata Gus Irfan kepada wartawan, Rabu (9/7).

Jemaah haji mulai tinggalkan Mina menuju hotel masing-masing di Makkah. Foto: Dok. Media Center Haji 2025

Gus Irfan menegaskan, keputusan moda transportasi yang akan digunakan oleh jemaah nantinya akan diputuskan oleh BP Haji melalui berbagai pertimbangan.

"Tapi sampai hari ini dan insya Allah keputusan tentang apakah jalur laut, jalur udara, insya Allah tahun depan kita yang akan memutuskan. Sehingga tentu pertimbangan-pertimbangan dari kami yang akan kami gunakan. Dan tentu kita tidak akan memutuskan sendiri, pasti dengan perhitungan-perhitungan yang sangat-sangat rigid sehingga kita akan bisa memutuskan," ucap dia.

Namun, dia menegaskan bahwa untuk pelaksanaan haji tahun 2026 tidak akan menggunakan transportasi laut.

"Tapi untuk sementara setahun ini kayaknya kita tidak akan menggunakan itu," tandasnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) dana Kepala BP Haji Irfan Yusuf (kiri) di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (3/7/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sebelumnya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkap ada kemungkinan pemerintah Arab Saudi membuka haji dan umrah jalur laut untuk negara-negara Asia Tenggara.

“Kami juga sudah bicara dengan sejumlah pejabat Saudi Arabia tentang kemungkinan itu. Dan itu (haji dan umrah jalur laut) peluang yang terbuka,” ujar dia di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (8/7).

Katanya, bila nantinya infrastruktur pendukung seperti pelabuhan sudah siap, maka kemungkinan ini akan semakin besar terwujud.

“Kalau memang itu persyaratannya terpenuhi, peluangnya sudah dibangun sekarang. Itu terbuka,” ucap dia.