Keributan di Tempat Biliar Berujung Maut, Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 2

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Seorang pria tewas usai diduga dikeroyok sejumlah orang di sebuah tempat bermain biliar di kawasan Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Minggu (10/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Usai dikeroyok, korban berinisial DM tersebut jatuh dari lantai 2.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan, pengeroyokan itu diawali dengan adanya keributan di lokasi. Dalam narasi yang beredar di media sosial, korban disebut membela sang pacar yang sempat ribut dengan salah seorang pelaku.

Dalam keributan tersebut, korban dikeroyok oleh sejumlah orang. Narasi di medsos juga menyebut, korban kemudian dijatuhkan dari lantai 2 gedung tersebut.

“Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang, lalu terjatuh ke lantai dasar dan tidak sadarkan diri,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin (18/5).

Kekasih korban kemudian membawa pria tersebut ke Rumah Sakit Tarakan untuk menjalani perawatan. Namun di RS ia meninggal dunia.

“Korban seorang laki-laki berinisial DM, warga Palmerah, Jakarta Barat, mengalami peristiwa tersebut di kawasan Weston/Pasar Grogol dan kemudian dibawa ke RS Tarakan,” tutur Budi.

Terkait apakah benar korban dilempar dari lantai 2 oleh para pelaku, Budi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai 2, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan,” kata Budi.

Polisi telah memeriksa lokasi dan mengumpulkan sejumlah bukti. Di antaranya mengumpulkan rekaman pengawas di sekitar lokasi, dan meminta keterangan orang-orang yang diduga terlibat.

“Petugas Polsek Grogol Petamburan telah menerima laporan dan melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” pungkas Budi.