Kesaksian Korban Kecelakaan Maut Bus di Tol Krapyak: Kencang, Oleng, Terguling

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bus PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Sutiadi (67 tahun), penumpang bus PO Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, menceritakan detik-detik insiden maut yang menewaskan 16 orang tersebut.

Sutiadi mengatakan, saat peristiwa itu terjadi ia masih terjaga di tengah kegelapan malam. Saat itu, bus melaju dengan kecepatan tinggi.

“Di Krapyak jalan turun itu tidak ada perlambatan, tidak ada pengereman, kencang,” ujar Sutiadi di RSUD Tugu, Senin (22/12).

Bahkan ketika hendak melintasi lokasi kejadian dengan kontur jalan menurun dan menikung, pengemudi bus juga tak kunjung menurunkan kecepatan. Hingga akhirnya, bus menabrak pembatas jalan dan terguling.

“Perasaan saya itu tambah kencang, padahal jalan turun. Biasanya ada perlambatan, ini nggak ada. Pas tikungan itu oleng lalu guling,” kata Sutiadi.

Sutiadi, penumpang bus PO Cahaya Trans. Dok: Intan/kumparan

Beruntung, Sutiadi masih sadar dan selamat meski terlempar ke luar bus. Namun, wajah dan kakinya mengalami luka-luka.

“Rencana pulang ke Boyolali dari Bogor. Nggak sempat (nolong yang lain), kaki kena kaca,” kata Sutiadi.

Kecelakaan maut ini terjadi pada Senin (22/12) sekitar pukul 00.30 WIB. Bus bernopol B 7201 IV itu berangkat dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta dengan mengangkut 34 orang penumpang.

Sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara sisanya mengalami luka-luka, termasuk pengemudi bus. Pengemudi bus yang diketahui merupakan sopir pengganti tersebut telah diamankan polisi.