Keterampilan Komunikasi Kunci Wujudkan Pembelajaran yang Efektif dan Menarik

Motivator Nasional dan Konsultan Komunikasi Dr Aqua Dwipayana memberikan kunci penting demi mewujudkan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Yakni para guru harus menyampaikan komunikasi secara efektif.
Selain itu, Aqua mengatakan tiap pendidik harus selalu mengedepankan nurani dan sikap rendah hati selama proses pendidikan.
"Maka setiap guru atau dosen harus mampu menciptakan iklim komunikatif. Guru hendaknya memperlakukan siswa sebagai individu yang berbeda-beda, yang memerlukan pelayanan yang berbeda pula, karena siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, memerlukan kebebasan memilih yang sesuai dengan dirinya dan merupakan pribadi yang aktif," kata Aqua Dwipayana dalam acara webinar 'Membangun Komunikasi Efektif Dalam Rangka Mencapai Kesuksesan Proses Belajar Mengajar di Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Bung Hatta Padang, Minggu (12/7).
"Untuk itulah kemampuan berkomunikasi guru dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan,” tambah dia.
Acara seminar daring itu diikuti ratusan peserta dari kuota seribu yang disediakan panitia. Peserta yang tidak bisa ikut secara live dapat melihat live streaming di Youtube.
Aqua kemudian memberikan mencontoh dalam upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah bukan hanya masalah medis. Tetapi juga menyangkut masalah komunikasi.
“Terbukti, pesan-pesan yang disampaikan pemerintah banyak yang tidak dipahami dengan baik karena kesalahan dalam berkomunikasi," ucap Aqua.
"Inilah yang kemudian diperbaiki oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipimpin Bapak Mayjen TNI Doni Monardo. Saya dan putra saya, Savero Karamiveta Dwipayana, juga aktif berkegiatan dalam Satgas COVID-19 tersebut,” lanjutnya.
Aqua menegaskan, kesuksesan komunikasi juga bergantung pada desain pesan atau informasi dan cara penyampaiannya. Maka dari itu, ia meminta agar setiap informasi yang diberikan tidak terlalu rumit agar masyarakat dapat memahaminya.
"Jangan berpikir rumit. Sampaikan setiap hal atau konsep dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hal lainnya adalah sebisa mungkin untuk memperkecil noise atau gangguan dalam komunikasi sehingga umpan balik atau feedback berjalan dengan efektif,” tutur Aqua.
Selain itu, Aqua menuturkan dalam membangun komunikasi yang efektif, seseorang harus memiliki karakter yang kokoh yang dibangun dari integritas pribadi yang kuat. Sebab seorang pendidik akan terus disorot oleh peserta didik.
"Oleh karena itu, apabila Anda seorang pendidik diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam setiap perilakunya,” ucap Aqua.
Pria yang juga menulis buku super best seller 'The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi' menambahkan, setiap pendidik juga harus memiliki empat kompetensi dalam proses belajar mengajar.
Pertama, kompetensi pedagogik yakni kemampuan terkait dengan proses pembelajaran. Kedua, kompetensi kepribadian yakni kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap.
“Ketiga adalah kompetensi profesional dan terakhir kompetensi sosial yang berkaitan dengan kemampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien,” ujar Aqua.
Ia menekankan bahwa efektivitas komunikasi dapat dijalankan dengan rumus REACH Plus A. Hal itu mengacu lima aspek yakni respect atau perhatian yaitu di mana saja, kapan pun, kepada siapa pun selalu menghormati jangan meremehkan.
Kemudian Empati atau bisa menempatkan diri yaitu bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang lain dengan melayani dengan optimal dan standar tidak ada perbedaan.
“Selanjutnya audible atau dimengerti yaitu bisa menyesuaikan diri di mana pun berada. Clarity atau terpahami, dalam beretika komunikasi gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Terakhir humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. Semuanya kemudian dilengkapi dengan huruf ‘A’ yakni action atau Tindakan nyata dan cepat,” jelas Aqua.
Di tengah diskusi itu, Aqua sempat memutarkan lima film yang mengisahkan dedikasi seorang guru yang memilki nurani terhadap seorang yang sudah tua namun masih memiliki tekad kuat untuk belajar.
“Jangan pernah berhenti untuk belajar baik secara formal maupun informal. Belajar tentu bukan untuk mengejar gelar tapi semakin meningkatkan kapasitas keilmuan. Ingat kualitas seseorang bukan pada berjejernya gelar tapi pada caranya berkomunikasi,” kata Aqua Dwipayana.
Apresiasi dari Universitas Bung Hatta
Rektor Universitas Bung Hatta, Prof Dr Tafdil Husni, menyampaikan terima kasih kepada Aqua Dwipayana yang sudah bersedia menjadi narasumber dalam seminar tersebut.
“Saya malu dengan Pak Aqua yang terus menyampaikan pesan tertulis kepada kami atas berbagai kegiatannya setiap hari, sedangkan saya belum bisa membalas pesan tersebut. Mudahan-mudahan semua kebaikan Pak Aqua ini mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” kata Tafdil Husni.
Sementara Dekan FTI Universitas Bung Hatta, Dr Hidayat, tidak menyangka jumlah peserta diskusi hampir melebihi target. Bahkan sejumlah peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
“Mayoritas yang mendaftar adalah guru termasuk kepala sekolah yang jumlah 50,1 persen peserta dari total peserta. Kemudian mahasiswa (21,1 persen) dan dosen (16,7 persen). Lainnya adalah siswa dan para karyawan," ucap Hidayat.
Sebab, pada mulanya panitia hanya menargetkan peserta sebanyak 500 orang sesuai kapasitas zoom. Namun peminatnya acara diskusi ini membeludak.
“Agar calon peserta tidak kecewa, lanjut Hidayat, maka panitia memutuskan mengadakan live streaming di Youtube. Mereka yang lewat saluran ini tetap bisa memberikan respons atau pertanyaan melalui chat,” tutur Hidayat.
