Ketika Raja Charles dan Putri Kate Middleton Sama-sama Jatuh Sakit
·waktu baca 3 menit

Keluarga kerajaan Inggris saat ini sedang diterpa cobaan. Sebab, Raja Charles III dan menantunya, Princess of Wales Kate Middleton, sama-sama sedang berjuang menghadapi penyakit.
Kondisi kesehatan Charles dan Kate masing-masing diumumkan oleh Istana Buckingham dan Istana Kensington di hari yang sama, dengan selisih sekitar 90 menit.
Menurut laporan AFP, tak lumrah bagi anggota kerajaan untuk mempublikasikan masalah kesehatan pribadi mereka — sehingga ini merupakan transparansi yang jarang terjadi.
Istana Buckingham — kediaman resmi monarki Inggris, mengatakan Charles bakal mulai menjalani perawatan pembengkakan prostat di pekan depan. Tidak disebutkan fasilitas medis mana yang menjadi rujukan Charles.
"Sama halnya dengan ribuan pria setiap tahun, Raja telah mencari pengobatan untuk pembesaran prostat," bunyi pernyataan resmi Istana Buckingham.
Dijelaskan, pembengkakan prostat yang diderita Charles masih jinak dan tidak di tahap berbahaya. "Kondisi Yang Mulia tidak berbahaya dan beliau akan masuk rumah sakit minggu depan untuk menjalani prosedur korektif. Keterlibatan publik Raja akan ditunda selama masa penyembuhan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pembengkakan prostat jinak umumnya dialami pria berusia 50 tahun ke atas dan tidak dianggap sebagai ancaman serius. Menurut National Health Service Inggris, seseorang belum tentu bakal terjangkit kanker prostat hanya karena mereka mengalami pembengkakan prostat.
Terpisah, Kate Middleton saat ini dilaporkan sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Inggris, The London Clinic setelah menjalani operasi abdomen (operasi perut) pada Selasa (16/1).
Operasi itu berhasil, tetapi ia masih perlu menjalani masa pemulihan di rumah sakit sekitar dua minggu. "Operasi yang dijalaninya berhasil dan diperkirakan ia akan tetap berada di rumah sakit selama sepuluh hingga 14 hari, sebelum pulang ke rumah untuk melanjutkan pemulihan," bunyi pernyataan Istana Kensington.
Oleh karenanya, sambung mereka, berdasarkan kondisi Kate maka ia diprediksi baru bisa menjalankan tugas-tugas publiknya usai Paskah pada 31 Maret.
Melalui pernyataan Istana Kensington, Kate menyampaikan apresiasi kepada warga Inggris yang mengkhawatirkan kondisinya, sekaligus meminta maaf karena terpaksa membatalkan janji dengan sejumlah pihak.
"Putri Wales menghargai perhatian yang akan ditimbulkan oleh pengumuman ini.
Dia berharap publik akan memahami keinginannya untuk menjaga kondisi normal bagi anak-anaknya sebanyak mungkin; dan keinginannya agar informasi medis pribadinya tetap dirahasiakan.
Oleh karena itu, Istana Kensington hanya akan memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan Yang Mulia ketika ada informasi baru yang signifikan untuk dibagikan.
Putri Wales ingin meminta maaf kepada semua pihak yang berkepentingan atas fakta bahwa ia harus menunda pertunangannya yang akan datang. Dia berharap dapat memulihkan sebanyak mungkin, sesegera mungkin," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Adapun Charles dan Kate terakhir kali muncul di publik yakni ketika bersama bangsawan Inggris lainnya pada malam kebaktian Hari Natal di Sandringham akhir bulan lalu.
