News
·
8 Desember 2020 13:27

Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan untuk Kasus Rizal Djalil di KPK

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan untuk Kasus Rizal Djalil di KPK (282896)
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (8/12). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, menjadi salah satu saksi yang diperiksa KPK terkait dugaan suap proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR. Usai pemeriksaan, Agung mengaku bahwa ia merupakan saksi meringankan untuk eks anggota BPK, Rizal Djalil yang jadi tersangka dalam kasus ini.
ADVERTISEMENT
"Saya datang ke sini sebagai pimpinan BPK sebagai saksi meringankan," ujar Agung di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/12).
Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan untuk Kasus Rizal Djalil di KPK (282897)
Mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (7/12/2020). Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
Ia tidak menjelaskan soal isi pemeriksaannya tersebut. Namun, Agung berpesan kepada Rizal Djalil untuk sabar menghadapi proses hukum.
"Kami di BPK prihatin karena walaupun Beliau sudah tidak lagi menjadi pimpinan BPK tapi Beliau kolega kami dan juga senior kami, kami minta sabar dan tegar," ujar dia.
Ia meminta semua pihak untuk memegang asas praduga tak bersalah dalam hal ini. Menurutnya, semua bukti terkait kasus ini akan diuji di persidangan.
"Saya percaya KPK akan bekerja objektif dan profesional," ujar Agung.
"Kita dukung proses penegakan hukum," pungkasnya.
Ketua BPK Jadi Saksi Meringankan untuk Kasus Rizal Djalil di KPK (282898)
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna (kedua kiri) disambut Deputi Penindakan KPK Karyoto (kanan) setibanya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (8/12). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Kedatangan Agung ke KPK sempat jadi sorotan sebab ia disambut langsung Deputi Penindakan KPK Irjen Karyoto. Bahkan saat wawancara Agung dengan wartawan usai pemeriksaan, Karyoto pun tampak ada di belakangnya.
ADVERTISEMENT
ICW mengkritik soal kehadiran Karyoto itu sebab dinilai merupakan perlakuan khusus. ICW menilai pimpinan dan Dewas KPK perlu menegur Karyoto.