Ketua DPRD DKI Minta RT/RW Sosialisasi Dampak Buang Sampah Sembarangan

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: Darin Atiandina/kumparan

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sepakat dengan Presiden Joko Widodo terkait buang sampah sembarangan yang jadi salah satu faktor penyebab banjir di Jakarta.

Prasetio mengatakan, sebaiknya setiap RT/RW membuat sosialisasi kepada warga soal risiko membuang sampah sembarangan. Sehingga, banjir tidak perlu terjadi lagi.

"Buatlah imbauan kepada masyarakat di tingkat RT/RW. Kita sosialisasi, inilah dampak daripada banjir, ini ya salah satunya buang sampah sembarangan," kata Prasetio di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Banjir merendam kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (1/1). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Setelah itu, ia meminta Pemprov DKI menyediakan tempat sampah yang lebih baik dan layak di setiap wilayah. Ia melihat peraturan sanksi tak sepenuhnya berpengaruh terhadap perilaku masyarakat ke depannya.

"Tetapi, risikonya pemerintah harus menyiapkan tempat sampah di setiap RT/RW yang banyak. Percuma masyarakat dikasih denda kayak gitu," ucapnya.

Prasetio kemudian mencontohkan negara Jepang yang memiliki aturan mengenai pengelolaan sampah. Ia ingin Pemprov DKI memberikan lebih banyak sosialisasi pemisahan jenis sampah.

Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. Foto: Darin Atiandina/kumparan

"Kayak di Jepang, orang buang sampah itu tahu aturannya. Hari ini Senin kertas, Selasa plastik, hari ini beling-beling kaleng dibuang. Nah, pada saat dia buang sampah pada tempatnya kan dia sudah punya," tuturnya.

"Di Jakarta sebenarnya sudah ada, cuma mengarah ke situ orang belum tahu mana tempat kertas, mana tempat plastik, mana tempat kaleng. Dia dipukul rata. Di sini pengelolaannya sepertinya kita kan punya yang namanya Bantar Gebang," lanjut dia.

Ia juga meminta jajaran kelurahan dan kecamatan juga aktif turun membantu sosialisasi ke masyarakat.

Sejumlah anak bermain saat banjir terjadi di Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

"Kita tinggal imbauan, kelurahan, kecamatan, turun dong ke bawah. Jangan petugas-petugasnya ada di kantor aja. Tarik ke lapangan, karena permasalahannya di Jakarta di lapangan," tutup Prasetyo.

Sebelumnya, Jokowi menuturkan kerusakan ekosistem hingga membuang sampah sembarangan jadi salah satu penyebab banjir.

"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," ungkap Jokowi.

kumparan post embed