Ketua Komisi X DPR Minta Cerdas Cermat MPR di Kalbar Digelar Ulang
·waktu baca 3 menit

Ketua Komisi X DPR sekaligus anggota MPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong agar lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat diulang.
Hal itu disampaikan menyusul polemik penilaian yang dinilai merugikan salah satu peserta dalam ajang tersebut.
“Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang,” kata Hetifah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5).
Permintaan Maaf untuk Peserta
Hetifah juga menyampaikan penyesalan dan keprihatinannya atas kejadian tersebut, serta meminta maaf kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak.
“Saya Hetifah selaku salah satu anggota MPR RI ingin turut menyampaikan tentu saja rasa penyesalan ya dan keprihatinan kita atas peristiwa yang tentunya semua sudah memahami ketika lomba cerdas cermat yang dilakukan di Kalimantan Barat,” ujarnya.
“Khususnya kepada adik-adik dari SMA Negeri 1 Pontianak yang dirugikan dari kasus ini, kita mohon maaf dan semoga peristiwa ini tidak mengurangi minat dan antusiasme anak-anakku semua untuk terus mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh MPR RI,” lanjutnya.
Soroti Pentingnya Keadilan Kompetisi
Menurut Hetifah, antusiasme pelajar terhadap lomba Cerdas Cermat Empat Pilar sangat tinggi di berbagai daerah.
Karena itu, ia menilai seluruh proses pelaksanaan harus berjalan adil agar tidak mencederai semangat kompetisi.
“Khususnya kegiatan cerdas cermat ini, saya juga melihat di seluruh wilayah, termasuk di dapil saya di Kalimantan Timur, anak-anak semua merasa sangat bersemangat ya dan berkompetisi secara serius dan tentunya diharapkan segala prosesnya berjalan secara adil,” katanya.
MPR Diminta Evaluasi dan Perbaikan
Hetifah menyebut MPR RI akan melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Izinkan tentunya kami memperbaiki segala proses yang akan dijalankan ke depan, sehingga kita betul-betul akan mendapatkan yang terbaik dan semua peserta tentunya karena sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin, kalian semua adalah juara,” tuturnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan lomba membutuhkan kesiapan seluruh pihak, termasuk juri dan panitia.
“Iya, saya juga pernah ya menjadi juri di giat serupa, memang tidak mudah dan tentunya kita berharap bukan hanya juri, dewan juri, tapi juga semua pihak betul-betul mempersiapkan lomba ini dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak terjadi lagi kasus serupa,” jelas dia.
Peringatkan Dampak ke Reputasi MPR
Hetifah mengingatkan kelalaian serupa dapat berdampak pada reputasi MPR RI jika kembali terjadi.
“Dan tentu saja kejadian ini jika terulang lagi, kelalaian serupa terulang lagi, ini akan mempengaruhi reputasi dari MPR RI. Namun saya yakin ke depan akan lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menilai MPR perlu menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik.
“Saya kira dari MPR RI tentu saja perlu melakukan klarifikasi yang resmi dan tadi ya lomba diulangi kembali, sehingga nanti sampai dengan tahap akhir kita bisa mendapatkan sekolah-sekolah yang terbaik, walaupun saya yakin semua sekolah itu hampir kalau saya lihat persiapannya itu maksimal dan rasanya itu sangat sulit gitu mencari benar-benar, semua juara,” pungkasnya.
Sekilas Polemik Penilaian
Polemik terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 9 Mei 2026.
Saat itu, regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah.
Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh nilai 10 karena dianggap benar.
