Ketua Komisi X DPR: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Tak Layak Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam diskusi bertajuk Smart Journalism di kawasan Jakarta Barat, Minggu (15/3). Foto: Amira Nada/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam diskusi bertajuk Smart Journalism di kawasan Jakarta Barat, Minggu (15/3). Foto: Amira Nada/kumparan

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang diserang air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan Hetifah dalam sambutannya pada diskusi bertajuk Smart Journalism yang ia gelar bersama BRIN di Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, Minggu (15/3).

Ia mengaku prihatin karena upaya menyuarakan hak-hak masyarakat masih menghadapi risiko besar.

Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia menggelar aksi di Bundaran UGM, Sabtu (14/3). Mereka mengutuk penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Sebelum saya akhiri, saya juga dalam kesempatan yang istimewa ini ingin menyampaikan keprihatinan saya atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus, aktivis KontraS,” kata Hetifah.

Sebagai mantan aktivis lembaga swadaya masyarakat, Hetifah mengatakan ia memahami risiko yang kerap dihadapi para pegiat masyarakat sipil saat memperjuangkan hak-hak publik.

“Sebagai mantan dari aktivis NGO, saya juga sangat merasakan bagaimana upaya untuk menyuarakan hak-hak dari masyarakat itu pada saat ini masih menghadapi suatu risiko yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut dia, serangan air keras yang menimpa Andrie merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Hetifah menilai kekerasan seperti itu tidak layak diterima oleh siapa pun.

Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus di Kantor YLBHI Jakarta, pada Senin (8/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

“Yang diserang air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab adalah sesuatu yang tidak layak untuk diterima,” imbuh Hetifah.

Ia juga menyinggung ancaman yang kerap dihadapi para jurnalis. Menurut Hetifah, jurnalis merupakan pilar demokrasi yang harus dilindungi.

“Ancaman-ancaman lainnya terhadap khususnya para jurnalis. Teman-teman semua adalah pilar demokrasi dan kita harus lindungi,” tuturnya.

Hetifah berharap, peristiwa kekerasan terhadap aktivis maupun jurnalis tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia juga meminta dukungan doa agar kejadian serupa tidak terulang.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) didampingi Kepala UPT Stasiun Surabaya Gubeng mendengarkan penjelasan dari Kapolrestabes Surabaya saat kunjungan kerja di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO

Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi terhadap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Prabowo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu.

"Saat ini saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Sigit di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3).

Sigit memastikan, pengusutan perkara ini akan dilakukan secara scientific crime investigation. Hingga kini, proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih dilakukan.

"Yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," ujarnya.