Ketua MPR Sebut SBY-Jokowi Hadiri Sidang Tahunan Besok, Bagaimana Megawati?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (tengah) bersiap menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY (tengah) bersiap menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Jokowi, akan hadir dalam Sidang Tahunan MPR yang digelar Jumat (15/8) besok.

Sidang Tahunan MPR ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Untuk sementara konfirmasi yang dapat kami sampaikan, rencananya Pak SBY insya Allah akan hadir, dan Pak Jokowi juga insya Allah akan hadir,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/8).

Muzani menjelaskan, undangan untuk Jokowi disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. Sementara untuk Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri disampaikan oleh Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah Megawati akan hadir di sidang tahunan besok.

“Kita sedang menunggu konfirmasi dari Ibu Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden, dan para istri mantan Wakil Presiden. Insya Allah seluruhnya akan hadir,” ujarnya.

Suasana persiapan di Gedung DPR RI menjelang Pidato Kenegaraan 15 Agustus, Rabu (13/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato kenegaraan serta laporan kinerja lembaga-lembaga negara untuk pertama kalinya semenjak dilantik.

Selain para tokoh nasional, pimpinan parlemen dari lima negara sahabat juga direncanakan hadir, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan Timor-Leste.