Ketua RT Sebut Irjen Ferdy Sambo Tinggal di Rumah Dinas Sejak Berpangkat AKBP

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Kasus polisi tembak polisi terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ketua RT setempat, Reno Sukarto, mengatakan Irjen Sambo tinggal di kompleks tersebut sejak pangkatnya masih Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

"Sudah lama, waktu itu pangkatnya masih AKBP, sekarang sudah bintang 2," kata Reno saat ditemui, Selasa (12/7).

Dia mengungkapkan, selama ini rumah dinas Irjen Sambo sepi. Hanya ada beberapa orang yang merupakan penjaga rumah serta sopir pribadinya.

kumparan post embed

"Jadi, di rumah dari pagi sampai malam itu sepi. Hanya beberapa, kadang-kadang pagi itu sopir-sopir pada membersihkan kendaraan. Malam juga sepi, enggak ada apa-apa. Itu yang saya tahu," ungkapnya.

Reno menegaskan tidak mengetahui kejadian baku tembak di rumah itu pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB. Dia baru mendengar informasi tersebut setelah ramai di media. Terkait polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara, Reno juga tak mengetahuinya.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: Dok. Pribadi

"Saya enggak tahu, saya enggak tahu ada informasi masalah ramai-ramai, ini saya tanya [satpam] katanya ada acara, jadi dia juga enggak tahu apa-apa, itulah yang saya ketahui," jelas dia.

Versi Mabes Polri

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Ny Putri Sambo. Foto: Instagram/@divpropampolri

Berdasarkan keterangan Mabes Polri, kasus polisi tembak polisi ini berawal dari teriakan minta tolong istri Irjen Ferdy Sambo, Putri. Ia berteriak sebab Brigadir Yosua masuk ke kamarnya dan melecehkannya.

"Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J [Yosua] memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ramadhan, Senin (11/7).

kumparan post embed

Brigadir Yosua merupakan anggota Bareskrim Polri yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Teriakan Putri rupanya didengar oleh Bharada E, anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam. Ia kemudian mendatangi sumber suara.

"Teriakannya terdengar oleh Bharada E yang berada di lantai atas sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan," sambung Ramadhan.

Saat ini jenazah Yosua telah dimakamkan keluarga di Jambi pada Senin, 11 Juli. Namun, keluarga mempertanyakan kejanggalan di luka-luka yang diderita Yosua.

=====

Ikuti program Master Class Batch 2, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar sekarang di LINK INI.