IPW Desak Kapolri Bentuk TPF Selidiki Penembakan di Rumah Kadiv Propam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, lokasi insiden polisi tembak polisi. Foto: Antara
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, lokasi insiden polisi tembak polisi. Foto: Antara

Kasus polisi tembak polisi yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga, Jaksel, pada Jumat (8/7) sore, menjadi sorotan sejumlah pihak. Salah satunya dari Indonesia Police Watch (IPW).

Untuk mengusut kasus ini, IPW mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, membentuk tim pencari fakta gabungan.

"Hal ini untuk mengungkap apakah meninggalnya korban penembakan terkait adanya ancaman bahaya terhadap Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo atau adanya motif lain," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, dalam siaran persnya, Selasa (12/7).

kumparan post embed

Selain itu, lanjut Sugeng, pihaknya juga meminta agar Irjen Ferdy Sambo untuk dinonaktifkan sementara waktu dari Kadiv Propam. Sebab, menurut dia, Irjen Ferdy Sambo adalah saksi kunci dalam kasus ini.

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Ny Putri Sambo. Foto: Instagram/@divpropampolri

"Alasan kedua, Brigpol Nopransyah (Nofriansyah-Red) Yosua Hutabarat statusnya belum jelas apakah korban atau pihak yang menimbulkan bahaya sehingga harus ditembak," ujarnya.

"Alasan ketiga, locus delicti terjadi di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Karena itu agar tidak terjadi distorsi penyelidikan maka harus dilakukan oleh Tim Pencari Fakta yang dibentuk atas perintah Kapolri bukan oleh Propam," sambungnya.

IPW, kata Sugeng, menganggap kasus ini terkesan ditutupi. Apalagi peristiwa ini terjadi pada Jumat (8/7) dan baru diumumkan Senin (11/7) kemarin.

kumparan post embed

"Pasalnya, peristiwa ini sangat langka karena terjadi di sekitar Perwira Tinggi dan terkait dengan Pejabat Utama Polri. Anehnya, Brigpol Nofriansyah merupakan anggota Polri pada satuan kerja Brimob itu, selain terkena tembakan juga ada luka sayatan di badannya," tutur Sugeng.

Peristiwa tragis tewasnya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat dikabarkan terjadi pada Jumat, (8 Juli 2022) sekitar 17.00 WIB. Selama tiga hari, kasus itu masih ditutup rapat oleh Polri yang memiliki slogan Presisi.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso