kumparan
7 November 2019 19:30

KH Kahar Muzakkir dan Dr Sardjito Akan Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Abdul Kahar Muzakkir, POTRAIT
Abdul Kahar Muzakkir. Foto: Wikimedia Commons
Dua tokoh Yogyakarta, yaitu Prof KH Abdul Kahar Muzakkir dan Prof Dr Sardjito, akan mendapatkan gelar pahlawan nasional. Gelar tersebut bakal disematkan Presiden Joko Widodo pada Jumat (8/10).
ADVERTISEMENT
Kabar penganugerahan gelar tersebut dibenarkan Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi.
“Alhamdulillah iya betul. Besok jam 13.00 WIB di Istana Negara (penganugerahan),” kata Untung saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).
Penganugerahan gelar itu hasil pertemuan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan dengan Presiden RI pada tanggal 6 November. Usulan pemberian gelar tertuang dalam Surat Menteri Sosial RI Nomor: 23/MS/A/09/2019 tanggal 9 September perihal usulan yang telah mendapat persetujuan untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2019.
“Proses pengusulan gelar pahlawan itu bisa dari siapa saja, dari lembaga dari masyarakat dari komunitas. Hal itu setelah itu dalam proses pengusulan harus atas kelengkapan-kelengkapan yang dilengkapi seperti (tentang) perjuangan, ada diseminarkan, lantas ada akademiknya, seminar juga seminar nasional,” kata Untung.
Doktor Sardjito
Doktor Sardjito. Foto: Wikimedia Commons
Usulan kemudian dikaji tim penilai daerah dan jika dianggap layak maka akan direkomendasikan ke gubernur. Selanjutnya, usulan itu akan diteruskan gubernur kepada Kementerian Sosial.
ADVERTISEMENT
“Kementerian Sosial juga tidak bisa mengeksekusi tapi Dewan Gelar Nasional nanti mengkaji terus diajukan ke presiden,” ujarnya.
Pengusul gelar pahlawan nasional untuk KH Kahar Muzakkir adalah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kampus tersebut merupakan kampus yang didirikan KH Kahar Muzakkir. Pengajuan gelar pahlawan tersebut diakui Untung sudah cukup lama.
“Hebat itu 10 gelar pahlawan, Yogya dua. Sangat senang dan bahagia atas nama masyarakat, Dinas Sosial sangat bangga dan bahagia, banyak bermunculan pahlawan nasional dari daerah Ngayogyakarta,” ungkapnya.
Selain mendirikan UII, Kahar Muzakkir memang dikenang sebagai cendekiawan muslim dan pejuang nasional. Dia juga sempat duduk sebagai anggota BPUPKI.
Sementara itu, Dr Sardjito merupakan dokter sekaligus rektor pertama UGM periode 1950-1961. Selanjutnya dia juga menjadi rektor UII periode 1963 – 1970.
ADVERTISEMENT
Semasa hidupnya, Dr Sardjito menciptakan sejumlah vaksin, misalnya untuk typhus, kolera, hingga disentri. Semasa perjuangan dia juga berkontribusi dengan membuat makanan dan multivitamin untuk para tentara RI yaitu Biskuit Sardjito.
Nama Dr Sardjito juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Yogyakarta, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan