Khofifah Imbau Warga Jatim Jangan Panic Buying karena Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warganya tidak panik menyikapi dua warga Depok yang positif terpapar virus corona. Khofifah juga mengimbau warganya tidak panic buying di pusat perbelanjaan.

"Tidak perlu panik berlebihan. Pemerintah saat ini tengah berupaya menangani kasus virus corona di dalam negeri. Khusus Jawa Timur, kami memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk Jawa Timur," ujar Khofifah dalam keterangannya, Selasa (3/2).

Khofifah Indar Parawansa memastikan situasi Jawa Timur relatif aman dan terkendali. Menurut Khofifah, masyarakat tak perlu memburu masker dan menimbun kebutuhan pokok di rumah. Ia mengatakan kepanikan justru akan memperparah situasi keadaan yang ada saat ini.

"Kalau kita menyikapinya biasa saja, tentu situasi tetap normal. Tapi kalau seperti ini (menyetok masker dan kebutuhan pokok), ditambah lagi banyak hoaks di medsos akhirnya masyarakat juga panik," imbuhnya.

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Senada, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying akibat wabah corona di Indonesia.

Roy menilai, anggota peritel modern selalu siap untuk hadir dan memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Jatim. Ia membeberkan, bila stok bahan kebutuhan pokok di Jatim sangat cukup. Oleh karenanya diharapkan masyarakat tidak melakukan panik belanja.

"Karena tindakan yang berlebihan ini justru membuat kepanikan baru di saat seluruh kebutuhan masyarakat sebetulnya dapat terpenuhi," terang Roy.

kumparan post embed