Khofifah Usahakan Bantu Evakuasi Mahasiswa Jatim di China

Isak tangis mewarnai pertemuan sejumlah orang tua mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negera Grahadi, Surabaya, Rabu (29/1). Mereka ingin anak-anaknya segera dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China karena khawatir dengan virus corona.
“Saya minta pemerintah supaya ini segera evakuasi. Mereka enggak akan nangis seperti saya. Tapi secara pribadi (mereka khawatir). Itu yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila saya dianggap cengeng, saya enggak peduli. Inilah yang kami rasakan Bu,” kata Dirhan (48), orang tua Diany Luciana Aisyah (21), Mahasiswa jurusan Pendidikan Mandarin Unesa.
Senada dengan Dirhan, Subandi, pengajar bahasa Mandarin di Unesa, juga khawatir terhadap kondisi mahasiswanya di Wuhan saat ini. Sebab anaknya sedang menempuh pendidikan S1 di Kota Wuhan.
“Saya mohon kepada Ibu Khofifah, sehingga harapan kami yang sampaikan secepatnya anak kami dievakuasi jangan sampai kita menunda waktu sehingga kita menunggu risiko yang kita bayarkan,” ucap Subandi.
Sementara sejumlah orang tua meminta kepastian anaknya untuk dievakuasi. Beberapa dari mereka mempertanyakan proses proteksi kesehatan anak-anaknya jika sampai ke Indonesia.
Khofifah mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk finalisasi data mahasiswa di China, khusunya di Kota Wuhan. Sebanyak 248 mahasiswa Jatim yang ada di China rencananya akan dievakuasi.
Mereka tersebar di Kota Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xiangyang, Enshi, Shiyan.
“248 nama student yang sedang study di sana (China). (Kami) bertemu dengan para orang tua untuk memastikan kami koordinasi intensif. Presiden kunker Menlu juga, yang dibutuhkan adalah pemenuhan kebutuhan logistik para mahasiswa karena pertokoan masih banyak yang belum buka. Sedangkan, (kini) sekarang yang mendesak adalah evakuasi,” kata Khofifah.
Khofifah akan berusaha memprioritaskan penerbangan bagi mahasiswa Jatim di Wuhan dan beberapa kota yang terjangkit virus corona agar segera pulang ke tanah air. Ia memastikan penerbangan mahasiswa Jatim bisa langsung satu penerbangan ke Bandara Juanda.
“Bu Menlu sedang memaksimalkan bagaimana evakuasi, hari ini Bu Menlu memfinalkan mekanisme evaluasi bisa semaksimal mungkin," ucap Khofifah.
"Dari jumlah 248 itu kalau ada proses evakuasi dari Jatim bisa diprioritaskan mendapatkan satu penerbangan supaya bisa lebih efektif ketika sampai di Juanda bisa langsung mendapat proses layanan yang sudah kami siapkan karena sudah ada transit isolasi di airport,” terangnya.
Namun Khofifah belum bisa memastikan kapan mahasiswa dari Jatim itu bisa dipulangkan ke tanah air. Pemprov Jatim masih menunggu finalisasi data dari Kemlu.
“Kami menyampaikan kita satu koordinasi dengan Kemlu. Bu Menlu menyampaikan sekarang sedang finalisasi evakuasi. Menghitung pesawat dan seterusnya. Kalau sudah sampai BTS jarak 10 meter deteksi suhu tubuh. Kalau ada 38 derajat celsius akan ke transit isolasi, (berlanjut isolasi di RSUD)” ujar Khofifah.
“(Bila sehat) Ini evakuasi semua kita proteksi dulu. Semua bisa kita lindungi,” tutupnya.
