Kim Jong Nam Pernah Memohon Agar Tidak Dibunuh

Kim Jong Nam tahu nyawanya di ujung tanduk jika membangkang pemimpin Korea Utara. Tidak ada ampun bagi pembelot, tidak terkecuali anggota keluarga sendiri. Jong Nam tewas terbunuh di Malaysia pekan ini.
Lima tahun lalu berdasarkan sumber The Guardian, badan mata-mata Korea Selatan dalam laporannya kepada parlemen di Seoul mengungkapkan Jong Nam telah mengirim surat permohonan pengampunan nyawa kepada adiknya, Jong Un.
Saat itu, Jong Nam terusir dari Korut karena dianggap tidak layak berada di jajaran trah Kim. "Kami tidak punya tempat pergi, tempat sembunyi. Kami sadar satu-satunya cara lolos adalah dengan bunuh diri," tulis Kim Jong Nam dalam suratnya kepada adiknya.

Jong Nam awalnya digadang sebagai penerus kepemimpinan ayahnya Kim Jong Il yang meninggal dunia pada 2011. Namun Jong Nam terlalu liberal, dan kerap berseberangan dengan paham komunis yang dianut Korut.
Dalam sebuah buku tahun 2012 yang ditulis jurnalis Jepang Yoji Gomi, Jong Nam dikutip mengatakan: "Karena saya dididik di Barat, saya menikmati kebebasan di usia muda dan saya suka menjadi orang yang bebas. Alasan saya sering mengunjungi Makau karena itu adalah tempat yang bebas dan liberal dekat China, tempat keluarga saya tinggal."
Kemarahan Jong Il memuncak setelah Jong Nam tertangkap di Jepang bersama keluarganya dengan paspor palsu Dominika pada 2001. Jong Nam saat itu mengaku ingin jalan-jalan ke Disneyland. Peristiwa ini membuat malu Jong Il.

Politisi Seoul yang mendapat informasi dari intel Korsel mengatakan Kim Jong Un yang menggantikan ayahnya memimpin Korut telah mengeluarkan perintah bunuh untuk kakaknya. Jong Un khawatir suatu saat kakaknya bisa menggulingkannya.
"Kim Jong Un mengatakan: 'Saya benci dia. Singkirkan dia'," ujar Kim Byung-kee, salah satu anggota parlemen Korsel.
Dua orang wanita ditangkap dalam kasus pembunuhan Jong Nam di Malaysia , salah satunya adalah warga negara Indonesia, Siti Aisyah. Kepolisian Malaysia masih terus menyelidiki kasus ini.
