Kim Jong-un Sebut Rudal Hipersonik Baru Korut adalah Upaya Bela Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Kim Jong-un melambaikan tangan saat melakukan peninjauan resor di Wonsan, Korea Utara, Minggu (29/12/2024). Foto: KCNA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Kim Jong-un melambaikan tangan saat melakukan peninjauan resor di Wonsan, Korea Utara, Minggu (29/12/2024). Foto: KCNA/via REUTERS

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, sistem rudal hipersonik baru yang diuji coba minggu ini dapat membantu menghalangi pesaing negara di wilayah Pasifik.

Dikutip dari AFP, Selasa (7/1) uji coba rudal dilakukan 2 minggu sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump dan bertepatan dengan kunjungan Menlu AS Antony Blinken di Korea Selatan.

“Sistem rudal hipersonik itu akan secara andal menahan setiap pesaing di wilayah Pasifik yang dapat berdampak terhadap keamanan negara kita,” kata Kim yang melihat langsung uji coba rudal, dalam tanggapan yang dimuat di kantor berita KCNA.

KCNA menyinggung penggunaan “senyawa serat karbon baru” di mesin rudal, yang menurut para ahli memungkinkan Pyongyang untuk menyerang target lebih jauh dengan teknologi yang saat ini hanya dimiliki AS, Rusia, dan China.

Peluncuran uji coba juga menggunakan “metode baru yang komprehensif dan efektif” untuk sistem kendali penerbangan dan kontrolnya.

Ini merupakan peluncuran rudal pertama sejak November 2024, ketika Korut melakukan tes penembakan atas apa yang mereka sebut rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang lebih canggih dan kuat.

kumparan post embed

Dalam pernyataannya, Kim mengatakan rudal yang diluncurkan pada Senin (6/1) itu terbang sejauh 1.500 kilometer, melebihi 1.100 kilometer yang diperkirakan militer Korsel, dan melaju dengan kecepatan suara 12 kali lebih cepat sebelum mendarat di lautan.

“Ini jelas merupakan rencana dan upaya untuk membela diri, bukan rencana dan tindakan ofensif,” kata Kim.

Meski demikian, Kim mengatakan kinerja rudal itu “tidak dapat diabaikan dunia”, dan mengatakan rudal itu mampu “melakukan serangan militer serius terhadap saingan sambil secara efektif menghancurkan penghalang pertahanan yang padat”.

Sementara itu, para ahli mengatakan peluncuran rudal itu menjadi pesan yang jelas bagi AS untuk terlibat dalam dialog berdasarkan teknologi baru Pyongyang yang mengubah permainan saat Trump mempersiapkan diri kembali ke Gedung Putih.

“Ini adalah pesan yang jelas bagi pemerintahan Trump, yang menunjukkan bahwa untuk terlibat dalam dialog, posisi strategis Korut harus diakui,” kata analis senior di Korea Institute for National Unification, Hong Min.