Kisah Demerina, 20 Hari Diculik KKB, Ditemukan Lemas di Hutan Papua Tengah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demerina saat dievakuasi. dok Satgas Damai Cartenz
zoom-in-whitePerbesar
Demerina saat dievakuasi. dok Satgas Damai Cartenz

Demerina Uamang (23), satu dari sembilan warga yang menjadi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 17 Agustus 2026, ditemukan di wilayah hutan Mimika, Papua Tengah.

Ia ditemukan masyarakat Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, pada 7 September 2026, setelah sekitar 20 hari berada dalam penyanderaan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan Demerina pertama kali ditemukan oleh tokoh kampung setempat yang juga merupakan tokoh adat.

Informasi mengenai penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Satgas Damai Cartenz. Proses evakuasi Demerina dari Kampung Bela 1 ke Timika melibatkan Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak dan kepala kampung setempat.

"Alhamdulillah, hari ini Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan dibantu oleh tokoh masyarakat yang ada di Mimika telah berhasil mengevakuasi satu korban selamat atas nama Demerina Uamang," kata Yusuf, Senin (14/9).

Yusuf menjelaskan, sejak penculikan pada 17 Agustus 2026, aparat terus melakukan pencarian terhadap para korban. Informasi mengenai keberadaan Demerina kemudian diterima pada 7 September dari jaringan di Distrik Jila.

Saat itu, seorang kepala Kampung Bela 1 datang ke Distrik Jila dan melaporkan bahwa masyarakat menemukan seorang korban selamat di wilayah Bela. Karena identitas korban belum diketahui, Satgas kemudian melakukan investigasi dan identifikasi.

"Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu," jelasnya.

Bertahan 20 Hari di Hutan

Saat ditemukan, Demerina tidak seorang diri. Ia bersama rekannya, Yosina, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan," ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf, kedua korban telah bertahan sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat. Demerina ditemukan dalam keadaan lemah dan kemudian dirawat oleh masyarakat Kampung Bela.

"Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah. Kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat," jelasnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat berkoordinasi untuk mengevakuasi Demerina. Namun, proses penjemputan sempat terkendala cuaca buruk.

"Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," ujar Yusuf.

Pada Senin pagi, kondisi cuaca membaik sehingga proses evakuasi dapat dilakukan. Tim yang terdiri dari personel Satgas Damai Cartenz, tokoh masyarakat, dan kepala kampung kemudian menjemput Demerina.

"Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi," katanya.

Demerina kemudian dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Helikopter tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.

Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

"Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan," jelas Yusuf.

Yusuf mengatakan kondisi Demerina yang masih mengalami syok membuatnya belum dapat dimintai keterangan.

"Sementara adik Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya," ungkapnya.

Yosina kemudian dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

7 Korban Lain Masih Dicari

Sementara itu, upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih belum ditemukan terus dilakukan. Yusuf meminta masyarakat di Timika dan sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

"Khusus kepada warga masyarakat yang ada di Timika dan sekitarnya, kami mohon agar tetap tenang, karena pihak kepolisian, Satgas Damai Cartenz dan Polres jajaran tetap akan mengupayakan mengevakuasi korban yang selamat lainnya," kata Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan keberhasilan evakuasi Demerina merupakan hasil kerja bersama dengan tetap mengutamakan keselamatan korban dan kondusivitas keamanan.

"Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas. Dalam proses ini dibutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu," ujar Faizal.

Wakaops Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan proses evakuasi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, cuaca, dan situasi di lapangan.

"Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kami harus memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi. Ketika kondisi memungkinkan, tim langsung melaksanakan evakuasi dan membawa korban ke Timika untuk mendapatkan pemeriksaan medis," kata Adarma.

Sementara itu, Nelson Mom selaku keluarga korban mengatakan Demerina dan korban lainnya mengalami kondisi berat selama berada dalam penyanderaan. Menurutnya, para korban tidak mendapatkan makanan selama berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

"Selama dalam penyanderaan, kami mengalami keadaan yang sangat sulit. Kami tidak mendapatkan makanan dan kondisi sangat berat. Kami bersyukur Demerina sekarang sudah berhasil dijemput dan bisa mendapatkan pemeriksaan di Timika," ujar Nelson.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya agar segera menyampaikannya kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan para korban maupun warga lainnya.

Keberhasilan evakuasi Demerina menjadi bagian dari upaya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat untuk menyelamatkan para korban dengan tetap mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, dan koordinasi dengan berbagai pihak.