Kisah Ifan 'Seventeen' Bertahan dari Tsunami Anyer dengan Meja Belajar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ifan Seventeen (Foto:  Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ifan Seventeen (Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan)

Grup band 'Seventeen' juga menjadi korban tsunami yang terjadi di Pantai Anyer, Banten. Saat gelombang tinggi menerjang, 'Seventeen' sedang menggelar konser di Tanjung Lesung, Banten.

Wakil Ketua BEM KM IPB Surya Bagus yang juga berada di Tanjung Lesung sempat bertemu dengan vokalis 'Seventeen,' Ifan. Minggu (23/12) dini hari, Surya sempat bertemu Ifan ketika ia bersama mahasiswa IPB lainnya tengah sedang ada kegiatan di sekitar lokasi dan berupaya mengevakuasi korban.

Surya mengisahkan bagaimana perjuangan Ifan selamat dari bencana tersebut.

"Bang Ifan lagi cerita, dia di panggung tiba-tiba datang air tingggi. Dia terseret gelombang itu. Beliau sudah terapung di situ," kata Surya kepada kumparan, Minggu (23/11).

embed from external kumparan

Ia menjelaskan, saat itu Ifan berupaya keras. Ifan juga tak bisa membantu istri yang mendampinginya dan personel 'Seventeen' lainnya.

"Dia tarik-tarik kakinya dan beliau enggak bisa ngapa-ngapain. Jadi beliau pun menyelamatkan diri sendiri dulu pikirannya waktu itu," ungkap Surya.

Ifan, kata dia, kemudian berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan meja belajar. Saat ini ia hanya mengalami luka ringan.

Kondisi pasca tsunami Anyer. (Foto: Arifin Asydhad/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pasca tsunami Anyer. (Foto: Arifin Asydhad/kumparan)

"Akhirnya ketemulah dia sama meja belajar. Dia ngapung di situ. Sampai ada orang datang ikut menyelamatkan dia. Alhamdulillah kondisinya selamat walaupun sekarang dia enggak ada siapa-siapa lagi di sana. Enggak ada teman," ujar dia.

"Beliau juga lagi cari istrinya," sambung dia.

Ifan sendiri melalui akun Instagramnya memohon doa kepada publik agar istri dan personel 'Seventeen' lainnya segera ditemukan.

Sejauh ini, menurut data BNPB, sudah ada 43 korban meninggal dunia.

embed from external kumparan

Berikut keterangan dari BMKG terkait tsunami yang menerjang Pantai Anyer dan Lampung.

embed from external kumparan