Kisah Mas Dar Kecil Banyak Makan Telur, Kini Jadi Kepala BGN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyapa wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyapa wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar kini didapuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri. Ia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (24/7) lalu.

Usai pelantikannya, Sudaryono pun mengenang masa kecilnya. Ia bercerita, dirinya berasal dari desa dan bukan dari kalangan kelas atas. Namun, ia selalu menjaga gizinya dengan banyak memakan telur dari ayam peliharaan keluarga.

"Saya adalah orang yang lahir di desa, ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara ayam di rumah sehingga memang gizi itu penting," ucap Sudaryono di Istana Negara usai pelantikannya.

Sudaryono menegaskan bahwa pemenuhan gizi terhadap anak itu sungguh penting. Baginya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai tindakan nyata pemerintah untuk memberi gizi pada anak, bukan sekadar imbauan.

"Ya gizi itu penting. Kadang-kadang orang itu melihat kenyangnya karena memang kemampuannya. Dan di sini adalah program MBG ini adalah sentuhan langsung program pemerintah yang langsung orang lapar dikasih makan, orang butuh gizi dikasih gizi. Tidak bisa kemudian hanya dikasih imbauan-imbauan," ucap Sudaryono.

Selain pemenuhan gizi, Sudaryono menegaskan program MBG bisa menyerap roda perekonomian lokal. Menurutnya, berkat MBG, besarnya APBN kini bergerak di tengah masyarakat.

"Dan efeknya adalah dengan memberikan gizi, tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah. Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa," tutur dia.

Sudaryono pun mengaku yakin dengan efek perekonomian tersebut karena tampak nyata selama dirinya menjadi Wakil Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih.

"Dan saya karena background saya adalah Wakil Menteri Pertanian dan selama dua tahun ini kemudian berada di Kementerian Pertanian, kami melihat langsung bagaimana efeknya, kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh para masyarakat kita khususnya petani, peternak dan lain-lain," tegasnya.