Kisah Mereka yang Tertipu Freelancer Online: Baru Di-PHK, Duit Buat Nikah Ludes
ยทwaktu baca 5 menit

Muncul kasus penipuan baru yang modusnya menawarkan kerja freelance online. Tugasnya cukup like dan follow akun Instagram, korban akan diberikan bayaran usai menyelesaikan misi.
Korban pertamanya Mela (30) yang rugi sekitar Rp 60 juta. Berdasarkan penelusuran kumparan, ternyata Mela bukan satu-satunya korban dengan modus serupa.
Misbah (31), seorang karyawan swasta di Palangka Raya dan istrinya, mengaku pernah jadi korban. Tak tanggung-tanggung, ia dan istrinya kehilangan uang sampai Rp 40 juta.
Mulanya ada nomor tak dikenal yang berasal dari nomor Indonesia menawarkan pekerjaan freelance pada Misbah. Penawarannya Misbah diminta untuk like dan follow akun di IG.
Ia akan dibayar sesuai dengan misi yang diberikan. Pertama kali ia dibayar Rp 5 ribu- Rp 15 ribu per misi. Dengan beberapa misi yang ia dapat di hari itu, total dalam sehari Misbah dibayar sampai Rp 500 ribu.
"Awalnya iseng-iseng kan dicoba, ternyata memang benar dibayar, beneran via transfer ada uang masuk Rp 5 ribu-15 ribu setelah menyelesaikan tugas itu. Setelah itu lanjut lagi ada tugas lebih lagi dengan follow dan like IG dengan jumlah yang lebih lagi dan memang real dibayar, kurang lebih untuk sehari itu dapat sekitar Rp 500 ribu dari itu," ujar Misbah kepada kumparan, Rabu (31/5).
Dibayar dengan jumlah uang yang nyata dan pekerjaan yang relatif mudah membuat pria dengan dua anak perempuan yang masih kecil ini tergoda untuk melanjutkan misi.
Namun di hari kedua, untuk melanjutkan misi, Misbah dan istri harus menyiapkan deposit terlebih dahulu sebesar Rp 200 ribu. Ia juga dimasukkan ke dalam grup Telegram yang berisi 5 orang yang masing-masing akan diberikan misi.
Bayaran Misbah pun berubah, bukan lagi nominal di rekening melainkan trade di salah satu platform Bitcoin. Di grup Telegram itu member juga diajarkan cara untuk mengambil uang yang caranya harus menyelesaikan misi baru uang dapat diambil.
Dengan sistem ini, mau tidak mau, Misbah dan istri ikut selama 4 bulan dan total deposit pun sudah sampai Rp 12 juta.
"Akhirnya singkat cerita, sampai tugas ke 4 itu deposit, terus kan, kan setiap deposit, tuh, kan semakin tinggi. Karena uang deposit sudah telanjur banyak yang masuk, mau nggak mau istriku ngikutin itu. Takutnya (uang) nggak bisa ditarik," ujar Misbah.
"Nah, pas waktu ngerjakan tugas, istriku alami kesalahan, nggak sesuai yang diarahkan pembimbingnya. Akhirnya harus ulang tugas lagi dengan deposit kurang Rp 12 juta sekian," tambahnya.
Di akhir misi, deposit Misbah terus bertambah hingga Rp 18 juta. Lama-lama ia curiga kalau ini adalah penipuan.
"Di situ aku sudah bilang ke istriku, sudah ini kayaknya penipuan. Kamu diperas aku bilang, akhirnya istriku sadar," tutup Misbah.
Selain Misbah dan istri, ada pula David (29), pria di Jakarta Barat. Saat bercerita pada kumparan, David mengaku masih bergetar dan merasakan kehancuran usai kena tipu pekerjaan freelancer pada April 2023 lalu. Padahal, saat itu, dia baru saja di-PHK dan tak punya penghasilan.
Awalnya, dia dihubungi pelaku lewat WhatsApp untuk melakukan pekerjaan freelancer berupa subscribe akun YouTube, comment, dan like akun e-commerce yang diberikan.
Namun, setelah itu, pekerjaan berubah, dia harus menyetor deposit sampai puluhan juta rupiah jika mau reward hasil pekerjaannya ditransfer plus uang depositnya kembali.
Akhirnya, David rugi sampai Rp 60 juta. Padahal, niat awalnya mengambil pekerjaan itu adalah untuk mencari tambahan modal menikah dengan tunangannya.
Dari semua korban di atas, Mela telah melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan.
"Laporan masih dalam tahap penyelidikan, akan ditindaklanjuti," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy saat dikonfirmasi.
Kominfo Ingatkan Tawaran Pekerjaan yang Minta Uang Pasti Penipuan
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel A. Pangerapan mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda dengan tawaran pekerjaan yang meminta uang. Sebab hal tersebut dipastikan adalah penipuan.
"Bagi masyarakat, kami sarankan jangan terpancing oleh tawaran pekerjaan yang mensyaratkan kita setor uang, itu dipastikan penipuan," ujar pria yang akrab disapa Sammy ini kepada kumparan, Rabu (31/5).
Kominfo juga menyebut pihaknya melakukan investigasi sebab ini adalah sebuah kejahatan penipuan. Pihaknya menyarankan korban untuk melaporkan ke aparat penegak hukum.
"Terkait pengawasan, (kami) lakukan berdasarkan laporan dan insiden kebocoran data pribadi. Selain itu kami juga melakukan sosialisasi lewat program literasi digital, (dan) terkait pentingnya perlindungan data pribadi," ujar Sammy.
Selain itu, Sammy menegaskan kini pihaknya sudah melakukan inventarisasi rekening akun bank yang digunakan untuk penipuan. Sehingga sebelum melakukan transaksi masyarakat bisa mengecek terlebih dahulu apakah rekening yang bersangkutan merupakan rekening yang pernah dilaporkan sebagai rekening penipu.
Masyarakat bisa mengakses situs cekrekening.id untuk melakukan pengecekan rekening ini.
"Saat ini kami sudah melakukan inventarisasi no akun bank yang digunakan untuk penipuan, ini adalah hasil dari laporan masyarakat yang kami investigasi. Nah, layanan ini juga kerjasamakan dengan bank-bank besar. Supaya tidak lgi digunakan untuk penipuan di cekrekening.id," tutupnya.
Jobstreet Minta Masyarakat yang Terima Pesan di Medsos Mencatut Nama Jobstreet Segera Blokir dan Hapus Pesan
Divisi Humas Jobstreet Indonesia mengakui ada beberapa penipu yang memakai nama perusahaan mereka untuk penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan.
Pihak Jobstreet menyebut bila ada yang menerima pesan di media sosial seperti WhatsApp atau pun media sosial lainnya mengatasnamakan Jobstreet untuk tidak berinteraksi dan segera blokir nomornya.
"Jika Anda menerima pesan WhatsApp atau aplikasi komunikasi lainnya yang mengaku berasal dari JobStreet, atau mengklaim telah mendapatkan resume Anda dari platform kami, jangan membalas atau berinteraksi dengan pelaku kejahatan tersebut. Segera blokir nomornya dan hapus pesannya," ujar perwakilan Jobstreet melalui pernyataan tertulis.
Jobstreet juga menegaskan telah mendedikasikan tim untuk memverifikasi keabsahan setiap iklan lowongan kerja dan latar belakang perusahaan yang memposting iklan di platform JobStreet secara langsung.
