Kisah Mulyadi: Habis Membunuh Seorang Janda kemudian Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang Mulyadi (40), terduga pembunuh janda Wiwin Sunengsih (31). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tampang Mulyadi (40), terduga pembunuh janda Wiwin Sunengsih (31). Foto: Dok. Istimewa

Mulyadi, duda yang membunuh janda bernama Wiwin Sunengsih akhirnya ditemukan keberadaannya pada Kamis (12/5). Ia ditemukan di sebuah kebun sekitar wilayah Kampung Gantungan, Kabupaten Bandung Barat dalam kondisi tidak bernyawa.

Pria yang membunuh dengan alasan ajakan nikah ditolak itu menghabisi hidupnya dengan gantung diri pada sebuah pohon petai setinggi 3 meter.

Salah seorang saksi, Ade Priyatna, mengatakan, jasad Mulyadi pertama kali ditemukan oleh ibunya, Inah. Lokasi penemuan jasad Mulyadi berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.

"Ditemukan pertama kali oleh ibunya. Dia menggantung menggunakan sebuah tali berwarna hijau," kata Ade kepada wartawan.

kumparan post embed

Bunuh Diri

Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutterstock

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, dugaan sementara, pelaku tewas karena bunuh diri. Namun begitu, polisi akan melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Ibrahim masih menunggu kabar terkini dari petugas yang berada di lapangan. Kini, jenazah sudah berada di RS Sartika Asih.

"Perkiraan sementara bunuh diri dengan gantung diri, akan kita dalami lagi sambil menunggu laporan lengkap dari personel di lapangan," ucap dia.

kumparan post embed

Tekanan Psikis

Kediaman Wiwin Sunengsih, janda yang dibunuh di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menduga Mulyadi nekat mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan tekanan psikis dari warga dan polisi yang mencarinya.

"Peristiwa gantung diri tersebut kemungkinan dikarenakan pelaku sudah mendapat tekanan secara psikis karena merasa dirinya sudah terkepung baik oleh warga setempat maupun oleh pihak kepolisian," kata Tompo lewat keterangannya.

kumparan post embed

Tanggapan Ayah Wiwin

Ayahanda Wiwin Sunengsih, Ujang Mimin, ketika ditemui di kediamannya di Padalarang, Bandung Barat pada Selasa (10/5/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Ayah Wiwin, Ujang Mimin (65) belum mendapatkan informasi mengenai kematian Mulyadi. Padahal rumah Ujang dan Mulyadi ini jaraknya hanya sekitar 1 kilometer. "Belum ada informasi," kata dia melalui sambungan telepon pada Kamis (11/5).

Namun demikian, Ujang bersyukur apabila memang benar Mulyadi sudah ditemukan meski dalam keadaan meninggal dunia. Sebab, dia menilai Mulyadi acap kali berbuat onar.

"Ya, kalau sudah ketemu mah Alhamdulillah jadi nggak meresahkan lagi," ucap dia.

kumparan post embed

Ditemukan Dekat Rumah

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo ketika menyampaikan keterangan pers terkait pembunuhan janda bernama Wiwin Sunengsih, di Mapolres Cimahi, Jawa Barat Kamis (12/5/2022). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Lokasi penemuan Mulyadi yang tidak jauh dari rumahnya memunculkan berbagai pertanyaan. Sebab sudah berhari-hari polisi mencarinya tapi tidak ketemu.

Terkait hal itu Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo memastikan institusinya mencari ke segala lini keberadaan Mulyadi sejak sepekan terakhir.

Infografik Kronologi Duda Bunuh Janda di Bandung Barat. Foto: kumparan

"Sejak kejadian, yang bersangkutan melarikan diri dan dilakukan pencarian oleh anggota, beberapa hari yang lalu dapat info dari masyarakat yang melihat tersangka di beberapa tempat di hutan, akhirnya anggota mencari ke hutan dan kebun masyarakat, akhirnya ditemukan dalam keadaan gantung diri," kata Ibrahim Tompo saat dihubungi kumparan, Kamis (12/5).

kumparan post embed

Warga Tolak Pemakaman Mulyadi

Ilustrasi TKP pembunuhan. Foto: Shutterstock

Warga di Kampung Gantungan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat menolak jenazah duda Mulyadi yang telah membunuh janda Wiwin Sunengsih. Kondisi itu membuat Mulyadi akhirnya dimakamkan di Cioray Cipatat.

"Iya, ditolak oleh warga sehingga jadinya dimakamkan Cioray Cipatat, Kabupaten Bandung Barat," kata Kabid Humas Polda Metro Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo melalui sambungan telepon pada Kamis (12/5).

Ibrahim menyebut, alasan penolakan tersebut karena menurut warga Mulyadi kerap membuat keresahan. Bahkan menjadi biang masalah di kampung tersebut.

kumparan post embed

***

Ikuti program Master Class, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar Sekarang DI LINK INI.