Kisah Pertemuan Putra Paku Alam X dan Calon Istri Sejak di Bangku SMP

Royal wedding pernikahan putra Paku Alam X, B.P.H. Kusumo Bimantoro dengan dr Maya Lakhsita Noorya menarik perhatian banyak khalayak, khususnya warga Yogyakarta. Termasuk pula pertemuan pertama dan kisah cinta pasangan yang akan menjalani ijab kabul pada Sabtu (5/1) besok.
Sekilas tentang profil keduanya terangkum dalam sebuah buku Dhaup Ageng (prosesi pernikahan) yang ditulis oleh Nyi M.T. Sestrorukmi, M.Ry. Dwijo Hutomo, M.W. Widyohandoyo, M.Ng. Citropanambang, dan R.L Lebdopanambang. Buku tersebut diterbitkan oleh Panitia Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman.
Dalam buku itu Kusumo Bimantoro, anak sulung Paku Alam X, lahir di Yogyakarta 10 April 1992. Kusumo menempuh pendidikan pertamanya di TK Pertiwi Pura Pakualam kemudian dilanjutkan ke SDN Pura Pakualaman I Yogyakarta.
“(Kemudian) SMPN 5 Yogyakarta dan SMAN 5 Yogyakarta,” mengutip isi buku tersebut.
Sementara itu Maya Lakhsita yang merupakan putri pasangan Mandiyo Priyo dan Rini Wijayanti, lahir di Sleman pada 27 April 1991. Diketahui, Maya dan Kusumo ternyata pernah satu sekolah yakni saat keduanya menempuh pendidikan di SMP dan SMA.
Kusumo dan Maya sama-sama bersekolah di SMPN 5 Yogyakarta dan SMAN 5 Yogyakarta. Sebelumnya Maya menempuh pendidikan di TK Masjid Syuhada Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Sukonandi Yogyakarta.

Selepas masa putih abu-abu, Kusumo Bimantoro lantas melanjutkan pendidikan tinggi di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Ia memiliki hobi menggambar dan memecahkan materi fisika. Visinya dalam pembangunan kebudayaan adalah mengembalikan marwah Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya terutama dari segi arsitektur,” seperti dalam buku tersebut.
Sementara itu, Maya menempuh Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
“Visinya dalam bidang kesehatan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengedepankan nilai-nilai kultural, memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya didasarkan pada pendidikan kesehatan, tetapi juga nilai-nilai kebudayaan yang diterapkan secara terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan,” tulis dalam buku tersebut.

Diketahui pernikahan keduanya akan digelar Sabtu (5/1) besok. Berdasarkan pantauan kumparan di Puro Pakualaman pada Jumat (4/1), persiapan untuk resepsi Dhaup Agung masih terus dilakukan.
Sejumlah petugas tampak membersihkan setiap sudut bangunan dan memasang janur kuning di depan gerbang Puro Pakualaman. Presiden Jokowi beserta jajaran menteri dijadwalkan menghadiri pernikahan itu.
Adapun Ketua Bidang Perlengkapan dan Umum Dhaup Ageng, KRT Radyowisroyo, mengatakan, sebelum resepsi akan terlebih dahulu digelar ijab di Kagungan Dalem Masjid Ageng pada pagi harinya. Kemudian dilanjutkan prosesi Panggih di Kagungan Dalem Bangsal Sewatama Pakualaman.
Radyowisroyo juga mengatakan, pada resepsi tanggal 5 Januari dan Pahargyan pada 6 Januari mendatang bermacam hidangan istimewa khas lingkungan Puro Pakualaman akan disuguhkan kepada para tamu.

Makanan berupa semur lidah yang merupakan favorit Paku Alam VIII hingga Paku Alam X akan disajikan saat resepsi. Ada pula sup pindang serani yang merupakanfavorit dari Paku Alam VIII, Paku Alam IX, dan Paku Alam X.
Selain itu masih ada pula makanan yang dahulu menjadi favorit Paku Alam VII yaitu panekuk. Dahulu makanan tersebut sering disajikan di Pura Pakualaman saat pertemuan dengan Gubernur Jenderal Belanda.
Selanjutnya pada tanggal 6 Januari saat Pahargyan sejumlah hidangan istimewa juga akan disajikan seperti sekul gurih atau nasi gurih dan bistik lidah. Untuk minuman pada dua hari tersebut juga disajikan setup jambu, rujak es krim, serta kopi merapi.
