Kisah Pilu dari Yogya: Pasien Corona Meninggal di Parkiran karena Tak Dapat RS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan Buntoro. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan Buntoro. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kisah pilu datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seorang pasien positif corona asal Kabupaten Gunungkidul berinisial H (48) meninggal dunia di parkiran sebuah rumah sakit di Kabupaten Bantul. Sebelumnya pihak keluarga berupaya mencari rumah sakit di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Wahyu Pristiawan Buntoro menceritakan kronologi peristiwa pilu itu terjadi.

H yang merupakan seorang perempuan, awalnya mengalami pemburukan kondisi pada Kamis (8/7) malam. Kondisi tersebut membuat suami dan saudaranya membawa H ke rumah sakit yang ada di Kota Yogya dan Bantul.

“Mungkin keluarga ndak ngerti situasinya (rumah sakit) di Yogya, dia turun mencari beberapa rumah sakit mulai dari PKU Bantul, ada beberapa rumah sakit, kan penuh, tuh. Termasuk salah satunya dia belum dites (corona),” ujar Pristiawan saat dihubungi wartawan, Jumat (9/7).

kumparan post embed

Lantaran belum melakukan tes, keluarga mengantar pasien untuk tes antigen di sebuah klinik di Krapyak sebagai syarat masuk rumah sakit. Hasilnya, pasien tersebut positif corona.

Setelah dari klinik tersebut kondisi pasien semakin memburuk. Sang suami kemudian melarikan istrinya tersebut ke RS Patmasuri, Sewon, Bantul. Pasien yang diketahui memiliki komorbid diabetes itu meninggal ketika tiba di parkiran.

“Sampai parkiran, dibantu salah satu perawat. Kebetulan sekarang (RS) Patmasuri itu sekarang dijadikan shelter. Ternyata di situ sudah (H) meninggal,” ujar Pristiawan.

Foto Ilustrasi: Warga menangis di atas nisan keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/6/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Pasien tercatat meninggal pada pukul 22.30 WIB. Kemudian jenazah dibawa ke Posko Dukungan Operasi Satgas COVID-19 DIY di Umbulharjo, Yogyakarta, yang dipimpin Pristiawan untuk pemulasaraan jenazah.

“Di posko sebenarnya tidak ada, ya, pemulasaraan jenazah. Tapi secara SDM, kemampuan orangnya mampu, dulu pernah ngajarin banyak orang,” katanya.

“Setelah (jenazah) dipulasara, kami juga berkoordinasi dengan desa dan tim yang ada di Gunungkidul, akhirnya kita bawa habis subuh tadi ke Patuk dan sudah dimakamkan dengan baik,” jelas pria yang akrab disapa Pris itu.

Ilustrasi foto: Relawan Muhammadiyah makamkan pasien COVID-19. Foto: Dok. MCCC Sewon Utara, Kabupaten Bantul

10 Pasien Meninggal Sebelum Dapat Perawatan

Koordinator Relawan Gunungkidul, Agus Kenyung, menjelaskan bahwa kasus pasien corona meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan memang tinggi.

Hari ini saja ada 10 orang yang meninggal dunia sebelum mendapat perawatan medis. Satu di antaranya adalah pasien H yang meninggal dunia di parkiran.

"Tanggal 9 Juli ini saja Gunungkidul ada 10 (pasien meninggal dunia sebelum mendapat perawatan)," ujarnya.

Lanjutnya, mereka mayoritas sudah terkonfirmasi corona. Hanya ada satu yang masih berstatus suspek corona.