Kisah Tedy Rawat Mertua Positif Corona hingga Sembuh: Ikan, Vitamin, dan YouTube

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Tedy (bukan nama sebenarnya-red) sempat kaget saat awal Juli lalu ayah mertuanya yang berusia 59 tahun memberi kabar. Hasil rapid test virus corona, mertuanya menunjukkan reaktif.

Mertuanya itu sendiri masih bekerja di salah satu kantor di kawasan Kuningan, Jaksel. Kebetulan kantor mertuanya itu melakukan rapid test massal ke karyawan.

"9 Juli mertua reaktif, terus 10 Juli kami semua sekeluarga swab di salah satu klinik di Kebayoran Lama," kata pria yang bekerja di salah satu perkantoran di Sudirman, Jakarta ini saat berbincang dengan kumparan, Senin (27/7).

Setelah 3 hari, tepatnya pada 13 Juli hasil swab keluar. Semua anggota keluarga negatif, tetapi ayah mertuanya dinyatakan positif corona.

Di rumah mereka di Kebayoran Lama sendiri tinggal, Tedy, istri dan dua anaknya serta ayah dan ibu mertua.

"Pas keluar hasil tes, kami sempat enggak percaya. Tapi kemudian ayah mertua kami beritahu pelan-pelan dan kami minta diam di kamar, isolasi mandiri," beber Tedy.

Tedy menunjukkan hasil tes mertuanya kepada kumparan dari klinik tersebut dan memang positif.

Tapi Tedy tak lekas percaya begitu saja, pada 18 Juli, mereka sekeluarga tes lagi di klinik yang berbeda di kawasan Jakarta Selatan.

"Hasilnya ayah mertua positif, yang lain negatif," imbuh dia.

Dengan dua kali tes itu, Tedy tetap memutuskan untuk merawat mertuanya sendiri. Walau ada salah satu Puskesmas di Jakarta yang mengontak dan menyatakan kesiapan untuk membawa ke Wisma Atlet, namun Tedy menegaskan akan merawat sendiri mertuanya.

"Dokter bilang OTG, jadi enggak ada gejala. Paling batuk sama bersin saja, itu juga enggak parah," ungkap dia.

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Mulai 18 Juli, perawatan intensif dilakukan pada mertuanya. Caranya gampang, setiap hari dia beri vitamin C dosis tinggi, vitamin B Complex, makan dengan ikan setiap hari, dan juga YouTube.

"Kita padu makanan bergizi, vitamin, dan biar rileks di kamar, kuota buat nonton YouTube. Jadi santai," tegas dia yang mengirimkan foto-foto produk vitamin yang dikonsumsi mertuanya.

Tedy sempat khawatir mertuanya ini punya penyakit bronkhitis dan pernah stroke ringan. Mertuanya juga perokok.

"Tiap pagi kami juga minta berjemur," tegas dia.

Hingga akhirnya, Sabtu kemarin 25 Juli, dia melakukan swab lagi untuk mertuanya di klinik di Jakarta Selatan.

"Hasilnya menggembirakan, alhamdulillah negatif," tegas dia sambil menunjukkan surat dari klinik kepada kumparan.

embed from external kumparan

Kini ayah mertua dan semua keluarganya bisa lega. Wabah corona sirna dari rumah. Tedy juga melakukan penyemprotan disinfektan di rumahnya, bersih-bersih agar corona pergi.

"Semoga semua sehat-sehat," tutup dia.