Kisah Veteran 99 Tahun Sumbang Rp 125 Miliar Hanya dengan Berjalan di Taman

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pensiunan Kapten Angkatan Darat Inggris Tom Moore (99), berjalan untuk mengumpulkan uang untuk petugas kesehatan yang menangani virus corona. Foto: REUTERS / Peter Cziborra
zoom-in-whitePerbesar
Pensiunan Kapten Angkatan Darat Inggris Tom Moore (99), berjalan untuk mengumpulkan uang untuk petugas kesehatan yang menangani virus corona. Foto: REUTERS / Peter Cziborra

Apa yang dilakukan Tom Moore mungkin terdengar sepele. Akan tetapi, siapa sangka niatnya menyumbang untuk petugas kesehatan dengan hanya berjalan di taman mampu mengumpulkan dana hingga miliaran rupiah.

Ya, veteran 99 tahun ini mendadak menjadi selebritas setelah menyumbangkan 6,4 juta poundsterling atau setara Rp 125 miliar untuk petugas kesehatan di Inggris. Hal itu dilakukannya dengan berjalan di sekitar taman Bedfordshire, Luton, pada masa krisis pandemi virus corona ini.

Moore menargetkan bisa berjalan sejauh 25 meter dengan alat bantu di taman itu sebanyak 100 kali untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada bulan ini. Rencana Moore ternyata menyebar ke seantero Inggris pada bulan lalu hingga akhirnya mendatangkan simpati. Orang-orang pun berlomba-lomba menitipkan sumbangannya kepada Moore.

Di masa lockdown akibat corona, aksi yang dilakukan Moore terbilang luar biasa. Sang kapten rela bersusah payah untuk berjalan dengan alat bantu demi mengumpulkan sumbangan guna memerangi virus corona.

Mural National Health Service (NHS) untuk menyemangati para petugas medis di Inggris Foto: AFP/na Fassbender

Moore sejatinya berniat mengumpulkan bantuan 1.000 pounds atau sekitar Rp 15 juta. Akan tetapi, target itu meroket berkali-kali lipat setelah media memberitakan aksinya.

Dengan memakai seragam militer lengkap dengan medali yang didapatkannya, Moore diberitakan hampir seluruh TV di Inggris dan tampil di halaman depan koran. Media dari luar Inggris seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Australia, juga menyatakan ketertarikannya untuk mewawancarai Moore.

Menantunya, Colin Ingram, mengatakan keinginan Moore membantu petugas medis itu tak lepas dari apa yang dialaminya pada dua tahun lalu. Ketika itu, Moore menderita patah pinggang yang mengharuskan dirinya kontrol ke rumah sakit secara rutin.

“Ini sebenarnya hanya berjalan di taman untuk kesembuhannya dari operasi pinggang. Kami bilang akan memberikan 1 pounds untuk setiap putaran, dan saya bersyukur sumbangannya bisa lebih banyak dari uang yang saya berikan,” ucap Ingram seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, memberikan sumbangan untuk petugas medis memberikan gairah baru dalam diri Moore. Ingram mengatakan mertuanya tak berniat berhenti berjalan di taman meskipun target 100 putaran telah dicapai pada Kamis (16/4) pagi waktu setempat.

Ucapan terima kasih kepada para perawat dan tenaga medis dari Ratu Elizabeth II di sudut kota London, Inggris, Rabu (8/4). Foto: Reuters/Hannah McKay

“Dia berjalan pada pagi hari dengan sigapnya. Jika publik ingin tetap memberikan donasi, maka dia tetap akan berjalan,” kata Ingram.

Moore tampaknya paham betul situasi yang sedang dihadapi negaranya. Pasalnya, hingga saat ini, jumlah kasus positif corona di Inggris telah tembus 99 ribu dengan lebih dari 12 ribu orang meninggal dunia.