kumparan
23 Apr 2018 13:33 WIB

Kivlan Zen: Gatot Ingin Pemimpin Dipilih Umat

Video
Mayjen (Purn) Kivlan Zen, purnawirawan Angkatan Darat dan mantan Kepala Staf Kostrad terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap Gatot Nurmantyo. Mantan Panglima TNI itu, menurut Kivlan, memiliki kans bahkan modal duit lebih besar daripada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden.
ADVERTISEMENT
Kivlan juga mengatakan telah ada partai yang menawarkan diri pada Gatot. Hanya saja Gatot belum mau memberi pernyataan apapun. Ia bahkan percaya diri Gatot bisa merebut 70 persen suara umat. “Karena kan dari (Aksi) 212 itu kelihatan dong kekuatannya toh?”
Berikut petikan percakapan kumparan dengan Kivlan, Jumat (20/2).
Lipsus Menerka Langkah Gatot (Foto: Twitter @kivlan_zen)
Kapan Gatot akan mendeklarasikan diri sebagai capres?
Jangan dulu. Pokoknya Pak Gatot inginkan persatuan bangsa, persatuan umat dulu. Jadi kalau umat sudah bersatu, baru nanti dipilih oleh umat siapa ini calon pemimpin bangsa. Ucapan dia begitu.
Pak Gatot itu tidak mau menunjukkan diri ada ambisi. Nggak mau. Nanti, kalau sudah tanggal 10 bulan 8 (tenggat waktu pendaftaran calon presiden).

Dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga RI lain, termasuk hak untuk memilih dan dipilih pada pemilu mendatang.

- Gatot Nurmantyo

ADVERTISEMENT
Jadi Pak Gatot, dia inginkan bersatunya bangsa, umat. (Pemimpin) itu dipilih oleh umat. Umpamanya bersatu dalam satu kongres, dalam satu pertemuan, menunggu siapa pemimpin bangsa.
Marilah kita bersatu dulu menghadapi ancaman kita yang dari luar, ancaman dari dalam, perpecahan-perpecahan. Jadi kita harus bersatu. Bersatulah kita, carilah pemimpin.
Yang sudah dicalonkan, Jokowi dicalonkan oleh 5 partai. Prabowo dicalonkan oleh satu partai, mau cari koalisinya. Sedangkan Pak Gatot belum dapat partai.
Tapi dia serahkan saja kepada umat. Nanti kalau umat sudah menunjuk calon pemimpin ini siapa, partai-partai itu kan akan bersatu nanti. Karena suara umat ini. Taruhlah dapat 70 persen. Karena kan suara dari (alumni) 212 itu kelihatan dong kekuatannya toh?
ADVERTISEMENT
(Alumni) 212 itu kan suaranya menentukan, dipegang oleh Habib Rizieq, ya toh? Suara (alumni) 212 kan disuarakan oleh Habib Rizieq. Sedangkan kalau Habib Rizieq bersuara, ke mana mau calon? Ke Jokowi? Ke Gatot? Atau ke Prabowo? Dia tidak akan keluarkan statement apapun sebelum tanggal 10 bulan 8.
Lipsus Menerka Langkah Gatot (Foto: Tribun/Herudin)
Bagaimana peluang Gatot maju di Pilpres 2019?
Peluang ada. Ada partai yang menawarkan dia. Ada partai yang nawarkan. Nggak saya sebutlah partainya yang manalah gitu.
Berapa partai, Pak?
Cukuplah (partainya). Perkembangan bisa (dilihat) sampai tanggal 10 bulan 8, bisa berubah-ubah toh. Bisa jadi besok tidak dukung, ya toh. Kan (tenggat) untuk pencalonan capres dan cawapres tanggal 10 bulan 8. Menjelang itu kan bisa ada yang setuju, nanti lari kayak dulu. Sama. Detik-detik terakhir yang menentukan. Cairlah masih cair.
ADVERTISEMENT

Saya pernah omong-omong sama Pak Amien Rais di Medan, kelihatannya dia cenderung sama Gatot.

- Kivlan Zen

Elektabilitas Gatot Nurmantyo (Foto: Putri S. Arifira/kumparan)
Gatot sering terlihat dekat dengan umat, pasti banyak simpati dari masyarakat?
Ya mendapat simpatilah. Dengan dia punya sikap gitu, terang-terang bahwa kebenaran ya terletak di situ. (Gatot) sosok yang diminta, diharapkan, dengan bangga oleh umat, tanda kutip gitu loh.
Orang simpati pada Pak Gatot. Sekarang orang yang bersimpati pada Gatot, yakni dari suara (alumni) 212 simpati, mereka yang tidak simpati kepada Jokowi.
Tapi sekarang kan Jokowi mulai (mengenakan) kopiah. Lihat nggak pakai kopiah? Kopiah kan simbol daripada orang yang takwa, orang yang dekat sama agama, ya toh. Nah coba lihat (jajaran) kabinet, ke mana-mana pakai kopiah. Itu pendekatan budaya gitu. Biasanya nggak pernah pakai kopiah, kecuali event-event tertentu.
ADVERTISEMENT
Selain alumni 212, ada jaringan lain pendukung Gatot?
Oh banyak, banyak. Ada jaringan GNR (Gatot Nurmantyo untuk Rakyat), itu yang terbesar. Dan ada jaringan-jaringannya bersatu untuk menyiapkan Pak Gatot secara massal, bukan secara struktural. Struktural kan nanti lewat partai toh.
Relawan: "Tentara" Baru untuk Gatot (Foto: Putri S. Arifira/kumparan)
Bagaimana kedekatan Anda dengan Gatot?
Sudah lama saya dekat dengan Gatot.
Kami sering tukar pikiran untuk bangsa dan negara yang keadaan sekarang kayaknya kacau-balau. Kacau balau ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan kacau balau toh.

Ada pengelompokkan. Pak Jokowi punya purnawirawan, punya akses. Pak Prabowo sama juga. Pak SBY sama, Pak Gatot sama. Harapan saya, beliau-beliau itu jangan menggunakan tentara aktif. Dulu ketika, katakanlah, Pak Gatot jadi Panglima TNI kan selalu mengatakan TNI netral. Nah, sekarang juga harus konsisten.

- Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat

ADVERTISEMENT
Orang bilang saya pengkhianat Prabowo, ya. Pengkhianat apaan? Orang saya juga dukung Prabowo tanpa pamrih, ya toh. Saya kan bukan orang partai. Tapi untuk kali ini ya saya suruh Prabowonya ya dia mandito.
Saya kalau memihak siapa berarti sesuai aspirasi saya dong. Kalau dulu saya sudah bantu dia, ya sekarang gantian yang lain.
Berarti sekarang Anda bantu Gatot untuk maju di Pilpres 2019?
Sekarang saya ke Gatot. Saya bantu dia kalau nanti dia maju dan dapat kereta. Tapi dia kan belum ada statement mau maju, ya toh. Belum dapat kereta. Kita tunggulah tanggal 10 bulan 8.
Manuver Gatot Nurmantyo (Foto: Basith Subastian/kumparan)
------------------------
Ikuti terus laporan mendalam Otot Gatot di Liputan Khusus kumparan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan