Klarifikasi Keluarga Abdul, Korban Pembunuhan, di Cengkareng

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Abdul Mustakim dibunuh sekelompok orang. Para pelaku tahu-tahu menyerang tanpa sebab yang jelas. Korban Abdul tewas dengan luka senjata tajam di sekujur tubuhny.

Dalam keterangan klarifikasi/hak jawab yang diterima kumparan (kumparan.com), terkait pemberitaan berjudul "Ditegur dengan Suara Knalpot, 4 Orang Keroyok Pemuda Sampai Tewas" edisi , Jumat, 15 Desember 2017 lalu, kakak kandung korban, Rinaldi mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

kumparan terkait pemberitaan itu mendapatkan informasi dari Polres Jakarta Barat.

Para pelaku yakni AH (17) dan MA (17) sudah ditangkap oleh polisi di rumah kontrakannya di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barta, AKBP Edy Suratna Sitepu menjelaskan, kedua tersangka ditangkap setelah mendapat keterangan dari tersangka FR (16) yang lebih dulu diringkus.

Berikut keterangan keluarga korban yang diterima kumparan, Sabtu (16/12):

Menyoal pemberitaan media Saudara (Kumparan.com) Jumat, 15 Desember 2017 dengan judul "Ditegur dengan Suara Knalpot, 4 Orang Keroyok Pemuda Sampai Tewas", Saya RINALDI BIN ASELIH (36 thn) merupakan Abang kandung Abdul Mustakim Bin Aselih, sekaligus mewakili keluarga

Merasa keberatan atas pemberitaan yang menyangkut kematian adik kami dengan beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada saudara sebagai bentuk klarifikasi:

1. Tidak benar bahwa adik kami Abdul Mustakim memicu kejadian pembunuhan atas dirinya, karena almarhum sebelumnya mengendarai sepeda motor berknalpot bising.

2. Perlu kami sampaikan bahwa, Abdul Mustakim merupakan korban pembunuhan secara bersama-sama dengan tanpa alasan. Secara singkat dapat kami sampaikan kronologis kejadian pada malam naas tersebut yang saya himpun dari keterangan keluarga dan warga bahwa Abdul mustakim pada pukul 02.00 dini hari (15/12/2017) keluar rumah bermaksud hendak membeli rokok dan es (cerita adik saya paling bungsu, Maulidya, umur 12 thn). Sebelumnya dia memasak nasi goreng di rumah untuk disantapnya sendiri. Saat hendak membeli rokok, dirinya sempat singgah ke rumah tetangga yang bernama Deden. Kemudian melanjutkan niat awalnya. Namun dia melihat ada sekelompok pemuda (sekitar 20 orang-info warga) yang tidak dikenalnya, tiba-tiba saja menyerang abdul mustakim. Karena tidak dapat berlari kencang (akibat pasca kecelakaan 2 tahun lalu di pekanbaru) Abdul Mustakim pun menjadi "bulan-bulanan", dibunuh menggunakan senjata tajam dan tumpul di jembatan dekat rumahnya. 

3. Kelompok orang yang membunuh abdul mustakim adalah bukan warga setempat.

4. keterangan dari warga, kerabat, dan kawan-kawannya, Abdul mustakim tidak terlibat persoalan apapun dengan siapapun sebelumnya.

5. Abdul mustakim menetap di rumah orang tua saya di RT 17/RW 13 Blok a Kelurahan Kapuk kecamatan Cengkareng Jakarta Barat sejak 2 tahun lalu untuk pemulihan pasca kecelakaan di pekanbaru. di rumah orang tua kami terdapat 2 sepeda motor merk REVO dan BEAT yang tidak memiliki knalpot bising. ini mementahkan berita yang dimuat, jika knalpot bising yang dikendarai korban menjadi penyebabnya.

6. Kami berharap, pihak redaksi segera memuat klarifikasi ini dan mengubah isi berita yang telah dimuat karena kami menduga wartawan yang menulisnya telah mengabaikan prinsip validasi informasi serta kami anggap menampilkan informasi yang kabur, tidak jelas, dan tidak memenuhi kaidah pers. 

Demikian surat klarifikasi ini kami buat sebagai hak atas pemberitaan yang menyangkut keluarga kami dan hendaknya dimuat secepatnya. 

jika dalam 2 x 24 jam tidak ada pemuatan klarifikasi ini, maka dengan berat hati kami akan menyampaikannya ke dewan pers.

terimakasih sudah memberikan attensi terhadap kasus yang menimpa adik kandung kami.

Jakarta, 16 Desember 2017

hormat kami,

RINALDI, S.Sos

(Abang kandung abdul Mustakim)