Klaster Setukpa Polri di Sukabumi yang Berujung 5 Rantai Penularan Kasus Corona

Penambahan kasus positif virus corona terjadi di Jawa Barat. Penambahan itu bahkan menimbulkan klaster baru di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Kota Sukabumi. Klaster ini bahkan mengakibatkan lima rantai penularan kasus.
Hal ini rupanya berawal dari mereka yang berada di Setukpa Polri dipulangkan ke kabupaten dan kota di berbagai wilayah di Indonesia.
"Terutama dari klaster yang di Kota Sukabumi ini klaster Setukpa, ini kita sedang tracing karena banyak dari Setukpa ini sudah dipulangkan ke kabupaten kota daerah lain di seluruh Indonesia. Nah, ini kami sampaikan di Kota Sukabumi, dari klaster ini sudah ada 5 rantai penularan," kata Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti, dalam keterangannya, Rabu (13/5).
Klaster Setukpa ini kemudian menularkan satu pasien di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Laki-laki berusia 41 tahun yang dinyatakan sebagai pasien nomor kasus 75 ini sudah dirawat di RSUD Mala, Talaud.
"Ini kasus pertama di Kabupaten Kepulauan Talaud," kata juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel.
Pasien tersebut telah melewati dua kali pemeriksaan dengan metode PCR atau swab test, di mana hasil pertama adalah negatif dan kedua positif. Saat ini, tracing tengah dilakukan dan mendapatkan empat orang kontak erat dari pasien tersebut. Mereka pun telah menjalani tes swab dan tengah menunggu hasilnya.
Tidak hanya itu, mantan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman juga diduga menjadi bagian dari klaster Setukpa. Ia dinyatakan positif corona dan diduga tertular dari salah seorang polisi yang baru pulang dari Setukpa, Sukabumi, pada April lalu.
"Irjen Pol Supratman diduga kuat terpapar COVID-19 dari pasien positif kasus 8 yaitu perwira polisi yang baru menjalani pendidikan di Sukabumi," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Bengkulu Herwan Antoni.
Herman mengungkapkan ada 7 personel Polda Bengkulu yang pulang dari Setukpa. Mereka menjalani rapid test, dan 1 di antaranya dinyatakan reaktif (positif).
Anggota pun menjalani sampel swab dan dinyatakan positif. Gugus Tugas kemudian melacak dengan siapa saja anggota tersebut kontak, hingga akhirnya mendapati Supratman positif berdasarkan hasil rapid test dan swab.
Pasien positif dari klaster Setukpa rupanya juga terdeteksi di Kapolda Sumatera Selatan. Dilaporkan ada 11 siswa asal Sumsel yang sebelumnya mengikuti pendidikan di Lemdikpol, Sukabumi, dinyatakan positif corona.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, mengatakan awalnya ada 48 siswa Setukpa yang mengikuti pendidikan di Sukabumi. Kemudian, mereka dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing.
Lalu, karena Sukabumi merupakan zona merah COVID-19, saat tiba di Sumsel siswa Setukpa ini terlebih dahulu menjalani isolasi di Sekolah Polisi Negara (SPN) yang berada di Betung, Banyuasin.
"Saat menjalani isolasi di sana, mereka menjalani rapid test atau tes cepat terkait COVID-19. hasilnya ada 13 siswa yang dinyatakan positif terindikasi COVID-19," katanya.
Dari hasil rapid test, ke-13 siswa itu kemudian menjalani tes swab. Hasilnya, 11 di antaranya dinyatakan positif dan telah menjalani perawatan di ruang isolasi RS Bhayangkara Palembang.
Kabar baiknya, 10 dari 11 siswa telah dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sumsel, Yusri.
"Kemarin ada dua orang, hari ini ada tambahan delapan orang yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, tersisa satu lagi yang masih menjalani perawatan," katanya.
Meski demikian, agar penularan virus corona di sekitar Setukpa tidak semakin meluas, Pemkot Sukabumi menetapkan PSBB di sekitar Setukpa. Sejumlah titik jalan telah dilakukan pengalihan arus lalu lintas sejak Jumat (3/4).
"Pengalihan arus di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh atau Setukpa Lemdikpol yang mulai dilaksanakan hari ini dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk pelaksanaan PSBB," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.
Meski demikian, belum diketahui sampai kapan PSBB akan ditetapkan. PSBB akan terus ditetapkan sembari terus melakukan evaluasi.
"(PSBB) sampai evaluasi berikutnya, sejauh ini kita laksanakan arahan dari provinsi," ucap dia.
Achmad pun meminta warga sekitar mematuhi aturan PSBB. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak panik dengan aturan ini.
"Agar warga sekitar tidak perlu panik tenang. Pengalihan arus biasa saja dalam PSBB jadi kita jalankan. Insyaallah jalur ini, jalur yang terkunci yang tidak melibatkan banyak masyarakat jadi dampak sosialnya tidak tinggi," tutupnya.
==========
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
