Koarmada I Pantau 221 Kapal Perang yang Lintasi Perbatasan Selat Malaka

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prajurit Korps Marinir TNI AL bersiap mengikuti Apel Geladi Tugas Tempur TK-3 (L-3) Koarmada I TA 2020 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/7/2020).  Foto: M Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit Korps Marinir TNI AL bersiap mengikuti Apel Geladi Tugas Tempur TK-3 (L-3) Koarmada I TA 2020 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (20/7/2020). Foto: M Adimaja/ANTARA FOTO

Selat Malaka merupakan salah satu perairan paling sibuk di dunia, dengan rata-rata 3 ribu kapal dari berbagai jenis melintasi kawasan ini setiap harinya.

Dengan tingkat kepadatan seperti ini, TNI AL memiliki tanggung jawab untuk memastikan kedaulatan RI tetap terjaga.

Gugus Tugas Keamanan Laut Komando Armada (Koarmada I), sebagai penanggung jawab kawasan, memaparkan data mereka terkait perlintasan ini.

Sepanjang tahun ini, ada ratusan kapal perang dan puluhan ribu kapal niaga yang perlintasannya dipantau oleh kapal perang TNI AL.

"Selama tahun 2020, Puskodal Koarmada I memantau perlintasan kapal perang sebanyak 221 dan kapal niaga sebanyak 37.334 dari berbagai negara terdiri dari 16.943 Kapal Tanker, 13.592 Cargo, 2.844 Passenger, 3.955 Tug/Towing," kata Danguskamla Koarmada 1 Laksamana Pertama TNI Yayang Sofiyan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/9).

embed from external kumparan

Kapal-kapal tersebut dipantau oleh KRI Sutanto-377, kapal perang jenis Korvet yang memperkuat Guskamla. KRI Sutanto sempat berkontak secara visual, radar, dan Automatic Identification System (AIS) dengan beberapa kapal tersebut.

Pada 19 September, KRI Sutanto mendeteksi 2 Kapal Perang Jepang, yakni Kapal Induk JDS Kaga dan Kapal Perusak JDS Ikazuchi. Kedua kapal tersebut melakukan lintas laut damai di Selat Malaka, dan melakukan kontak dengan KRI Sutanto.

"KRI Sutanto juga sempat berkontak dengan beberapa kapal perang Australia yang melintas, antara lain Kapal Perusak HMAS Habort dan kapal suplai HMAS Sirius. Lalu kapal Patroli Pesisir Angkatan Laut Singapura, yakni RSS Independence," kata Yayan.

Beberapa kapal perang dan kapal ikan yang melintas di Selat Malaka. Foto: Guskamla Koarmada 1

Selain lintas damai, Guskamla juga merespons informasi Kapal Ikan Asing (KIA) yang lego jangkar di perairan Indonesia. Informasi ini segera ditindaklanjuti oleh KRI Pattimura, yang segera mendeteksi dan berkomunikasi dengan 3 Kapal Ikan China yang antara lain adalah He Fung Te 006, He Fung Ye 007, dan He Fung Ye 008.

"Hasil komunikasi terhadap ketiga kapal ikan asing berbendera Tiongkok dari Zhejiang tersebut akan berlayar menuju Perairan Madagaskar, lego jangkar dengan alasan menghindari gelombang tinggi sejak hari Sabtu sore. Seluruh ABK berkewarganegaraan China," ucap Yayan.

Beberapa kapal perang dan kapal ikan yang melintas di Selat Malaka. Foto: Guskamla Koarmada 1

KRI Pattimura lalu meyakinkan agar mereka tidak melakukan aktivitas illegal fishing di perairan Indonesia. Selanjutnya, terpantau 3 kapal tersebut bergerak pergi dari teritorial Indonesia.

Jajaran Guskamla Koarmada 1 pun akan terus meningkatkan kewaspadaan di kawasan perbatasan laut internasional, terutama di Selat Malaka dan sekitarnya. Tentu, mereka tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan yang diinstruksikan Pangkoarmada 1, Laksda TNI Abdul Rasyid.

kumparan post embed