Komisi II: Tak Ada Wacana Pilpres Diundur, Bahlil Jangan Buat Gaduh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politikus NasDem Saan Mustopa. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Politikus NasDem Saan Mustopa. Foto: Dok. Pribadi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa, menanggapi pernyataan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, soal pengunduran Pemilu 2024 sehingga masa pemerintahan Presiden Jokowi akan bertambah.

Saan menegaskan tidak wacana soal pengunduran Pilpres di Komisi II DPR. Ia memastikan Pemilu Serentak tetap dilaksanakan 2024 mendatang.

“Di Komisi II, tidak ada wacana terkait dengan itu (pengunduran Pilpres). Komisi II, sampai hari ini, firm bahwa Pemilu itu 2024,” ucapnya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/1).

Menurutnya, pengunduran jadwal Pilpres dan perpanjangan masa jabatan Presiden tidak sesuai dengan UUD 1945. Terlebih, pemerintah saat ini masih berfokus pada penanganan pandemi Corona.

“Ya pasti itu (pengunduran Pilpres) kan bertentangan dengan konstitusi. Konstitusi kita mengatakan bahwa yang namanya Pemilihan Umum dilaksanakan lima tahun sekali,”

- Saan.

“Jadi, kalau misal diundur, banyak sekali konsekuensi dan tentu itu akan mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dan juga recovery pasca pandemi,” lanjutnya.

Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan ucapan kepada Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim (kanan) dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (tengah) seusai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Alih-alih membuat gaduh dengan pernyataannya, Bahlil diminta Saan berfokus pada tugasnya sebagai Menteri Investasi. Terlebih, Indonesia memerlukan pemulihan ekonomi pasca pandemi melalui investasi.

“Maka, terkait dengan apa yang disampaikan Pak Bahlil, lebih baik Pak Bahlil konsentrasi bagaimana investasi di Indonesia ini tumbuh sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan itu juga sedikit akan membantu terkait dengan pemulihan ekonomi,” ujar dia.

“Kita berharap semua, karena sekarang sedang fokus menangani pandemi, menangani recovery pasca pandemi, maka para pejabat jangan membuat suasana politik menjadi lebih gaduh, gitu saja. Jadi, konsentrasi saja di tugasnya masing-masing,” tutup Saan.