Komisi III soal Kejagung Geledah BGN: Presiden Serius Menjaga MBG

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung langkah Kejaksaan Agung yang menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (3/6). Menurutnya, pengusutan dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) penting dilakukan agar program prioritas tersebut tidak disalahgunakan.

Sahroni menilai MBG merupakan program yang baik bagi masyarakat. Namun, besarnya anggaran yang dikelola membuat program tersebut rentan terhadap praktik korupsi.

"Kami di Komisi III mendukung penuh langkah kejaksaan menindak tegas apabila terjadi korupsi di proyek MBG. Karena MBG ini merupakan program yang sangat mulia dari pemerintah, namun karena dananya yang begitu besar, saya yakin sangat rawan sekali terjadi korupsi," kata Sahroni, Rabu (3/6).

Ia juga memandang langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN sebagai bagian dari upaya menjaga pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan.

"Dan sejauh ini saya lihat langkah Presiden mengganti pimpinan BGN dan menginstruksikan kejaksaan untuk menggeledah kantor BGN, menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo menjaga MBG berjalan di jalur yang benar," pungkas Sahroni.

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Bendahara Umum NasDem itu mengatakan Prabowo memiliki komitmen kuat untuk menjalankan MBG sebagai program prioritas. Oleh karenanya, ia mendorong Kejagung untuk bertindak tegas.

"Tapi dengan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung saat ini dengan menggeledah kantor BGN, ini membuktikan bahwa Presiden enggak main-main dengan mereka yang mau main-main," katanya.

"Maka saya minta Kejaksaan Agung, kalau sore nanti pressconference, segera saja tetapkan para mereka yang melakukan tindak pidana korupsi untuk memperjelas masalah yang mereka sedang hadapi. Ini wujud bahwa memang Bapak Presiden benar-benar sangat concern untuk melakukan hal-hal yang tidak baik di Republik ini, terutama masalah BGN. Programnya bagus, tapi penyalurannya diduga dikorupsi dalam segala macam isu yang beredar," tambah dia.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional. Penggeledahan diduga terkait dengan pengusutan kasus tindak pidana.

Pada Selasa (2/6) malam, Prabowo pun mencopot Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pulung dan Sony Sanjaya.

"Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Plh Puspenkum Kejagung, Muhammad Jefri, kepada wartawan, Rabu (3/6).

Pantauan kumparan di kantor BGN, wartawan tidak bisa mendekat masuk karena pagar ditutup. Sejumlah pegawai terlihat duduk di depan gedung. Ada sejumlah mobil terparkir di depan lobi gedung.