Komisi IX Cecar Wamenkes karena Tak Bahas Bahan Rapat Vaksin Nusantara Terawan

Wamenkes dr Dante Saksono berbicara singkat mengenai vaksin Nusantara yang digarap eks Menkes Terawan Agus Putranto bersama Undip dan RSUP Kariadi Semarang. Namun, Dante hanya membahas sebentar vaksin yang diklaim telah selesai uji klinis I itu.
"Vaksin Nusantara sudah dikembangkan mulai akhir tahun lalu ketika Pak Terawan masih menjadi menteri di Kemenkes dan sudah dilakukan beberapa evaluasi dan dilakukan eksperimentalnya di RS Kariadi. Dengan melibatkan semua elemen yang berasal dari RS Kariadi dan beberapa elemen peneliti dari lembaga lagi," kata Dante di Komisi IX DPR, Jakarta, Rabu (10/3). Rapat ini juga disiarkan secara virtual.
Dante tadinya tidak membahas sama sekali vaksin Nusantara. Setelah diminta pimpinan rapat barulah ia membicarakannya sedikit.
"Sedang dievaluasi pada tahap ini oleh BPOM soal kelanjutan fase pertama yang sudah dilakukan eksperimentalnya di Kariadi. Nanti mungkin kita akan dengarkan BPOM hasil audit efektivitas dan uji klinik fase I vaksin Nusantara tersebut," tutur Dante.
"Apakah kita bisa lanjutkan ke fase berikutnya untuk menjamin semua dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah lewat evidence based yang teruji," imbuhnya.
Namun tak berapa lama kemudian anggota Komisi IX Darul Siska melakukan interupsi. Ia mempertanyakan mengapa vaksin Nusantara tak dipresentasikan Dante.
"Kenapa? Undangan ini kan bahasnya vaksin Nusantara. Karena kami tahu pengembangan vaksin Nusantara sampai tahap ini masih evaluasi dari BPOM," kata Siska dari Golkar.
Darul Siska adalah satu dari beberapa anggota Komisi IX yang menghadiri pemaparan hasil uji klinis tahap I vaksin Nusantara di RSUP Dr Kariadi Semarang, pada 16 Februari 2020. Kegiatan itu juga dihadiri Terawan.
Selain Darul Siska, beberapa anggota lainnya juga masih bertanya-tanya mengapa Dante menghilangkan bahan soal vaksin Nusantara.
"Ketika kami menerima materi dari Kemenkes dan bisa diganti seperti itu ini jadi pertanyaan ada apa. Kalau jawab secara teknis semua juga sama progresnya lebih maju vaksin Nusantara tapi enggak dijelaskan. Harus ada alasan lain disampaikan di komisi IX pada rapat ini," kata Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene.
Setelah dicecar, Dante pun akhirnya memutuskan memakai materi presentasi yang ada pembahasan vaksin Nusantara yang berbasis sel dendritik di dalamnya.
"Apresiasi keinginan anggota dewan dan koreksi langkah kami maka kami ingin mengubah format yang kami gunakan format pertama dengan vaksin Nusantara," jawab Dante.
Terawan menggagas vaksin Nusantara saat menjabat sebagai Menkes. Terawan menyaksikan penandatanganan kerja sama uji klinis antara Balitbangkes dengan perusahaan farmasi Rama Pharma yang menjadi sponsor penelitian vaksin tersebut pada 22 Oktober 2020. Dua bulan sebelum Terawan direshuffle oleh Presiden Jokowi.
Dalam perjalanannya, muncul nada sumbang terkait pengembangan kandidat vaksin Nusantara tersebut.
