Komisi V Minta Kemenhub Awasi Ketat Operator Bandara Usai Tragedi Lift Kualanamu
·waktu baca 2 menit

Komisi V DPR menyesalkan insiden Aisiah Dewi Sinta Hasibuan yang jatuh dari lift Bandara Kualanamu hingga meninggal dunia. Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta agar seluruh bandara di Indonesia mengutamakan keamanan bagi masyarakat.
“Kami menyesalkan kejadian yang menimpa warga di Sumatera Utara saat berada di Bandara Kualanamu. Ini menjadi pelajaran untuk semua bandara yang ada di Indonesia, bahwa keamanan harus menjadi prioritas,” kata Lasarus kepada wartawan, Rabu (3/5).
“Keamanan adalah prioritas untuk menjamin kenyamanan dan kepercayaan publik. Jangan abai terhadap aspek keamanan karena ini menyangkut masalah keselamatan,” imbuhnya.
Lasarus mendukung Kemenhub yang mengambil langkah tegas terhadap pihak operator bandara terkait meninggalnya Aisiah. Apalagi ia baru ditemukan tiga hari setelah dilaporkan pihak keluarga korban terjebak di lift. DPR mendukung kepolisian mengusut kasus tersebut.
“Kami juga mendukung proses penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian. Bahwa apakah ada kelalaian yang menyebabkan melayangnya nyawa seseorang. Ini persoalan serius yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Lasarus.
Politikus PDIP ini meminta Kemenhub melakukan pengawasan ketat terhadap pihak operator bandara terkait keamanan seluruh fasilitas di bandara. Termasuk lift yang menjadi fasilitas dengan traffic tinggi oleh pengunjung.
“Bukan hanya di Bandara Kualanamu saja, tapi semua bandara yang ada di Indonesia. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” ujar Lasarus.
Ia menambahkan, pihak pengelola bandara perlu meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Lasarus juga meminta dilakukannya peningkatan pengawasan terhadap pelayanan bandara.
“Lakukan evaluasi untuk mengetahui kesalahan yang ada sehingga bisa dilakukan perbaikan-perbaikan, terutama di Bandara Kualanamu karena sampai ada korban yang meninggal. Perbaiki juga pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menyayangkan tidak adanya petugas yang memantau CCTV saat peristiwa terjadi. Menurut Lasarus, perlu ada perbaikan besar-besaran terhadap pengelolaan pelayanan di Bandara Kualanamu.
“Sebagai bentuk pengawasan, kami menuntut adanya perbaikan dalam pengelolaan pelayanan di Bandara Kualanamu,” tukasnya.
“Kami juga ingin memastikan semua bandara di Indonesia dalam kondisi aman, nyaman, dan tidak abai terhadap unsur keselamatan pengunjung,” pungkas Lasarus.
