Komisi VII Minta BMKG dan BRIN Duduk Bareng: Jelaskan Ada Badai atau Hujan Saja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen PAN, Eddy Suparno. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen PAN, Eddy Suparno. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Anggota Komisi VII DPR Fraksi PAN, Eddy Soeparno, merespons perbedaan informasi antara BRIN dan BMKG soal prediksi badai pada 28 Desember 2022.

Ia meminta kedua lembaga tersebut saling berkoordinasi sebelum menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Sebaiknya masing-masing kemudian berkoordinasi untuk kemudian mengeluarkan statement yang dapat meredam keresahan publik," kata Eddy kepada wartawan, Rabu (28/12).

Setelah duduk bersama dan saling berkoordinasi, menurut Eddy, BRIN dan BMKG bisa menyampaikan informasi kecuacaan tersebut secara bersamaan. Termasuk soal apakah kondisi cuaca tersebut perlu dikhawatirkan atau tidak.

Sejumlah warga berjalan di dekat anjungan halte Bundaran Hotel Indonesia saat hujan ringan, Jakarta, Rabu (28/12/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Menurut hemat kami, maka sebaiknya masing-masing BRIN maupun BMKG menjelaskan kepada publik apa alasannya, pertimbangannya mereka mengatakan bahwa, satu, akan ada badai; dua, tidak akan ada [badai] cuma hanya hujan besar saja, agar bisa masyarakat bisa maklum dan paham tentang kondisi aktual dari perkiraan cuaca sesungguhnya," pungkas Eddy.

kumparan post embed

BRIN vs BMKG

Sebelumnya, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Erma Yulihastin menyebut hujan ekstrem dan badai dahsyat berpotensi terjadi pada Rabu (28/12) kawasan Jabodetabek, khususnya Tangerang. Badai dahsyat itu berpotensi memicu banjir besar.

X post embed

Namun, BMKG memprediksi wilayah Jabodetabek pada 28 Desember hanya akan terjadi hujan sedang hingga lebat saja, bukan badai.

Dari pemodelan BMKG, Jabodetabek baru akan diguyur hujan sanat lebat pada 30 Desember 2022. Selain itu, BMKG meminta semua pihak berhati-hati dalam penggunaan istilah karena hujan ekstrem dan badai itu berbeda.

"Badai menurut terminologi meteorologi adalah bagian hujan lebat dan angin kencang yang biasanya terkait dengan siklon tropis atau angin kencang yang menyertai cuaca buruk berkecepatan sekitar 64-72 knot,” ungkap Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab, Selasa (27/12).

X post embed