Komnas HAM Temukan 7 Proyektil dan 4 Selongsong soal Penembakan Pengawal Rizieq

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Komnas HAM menyampaikan hasil sementara temuan terkait baku tembak polisi dengan pengawal Habib Rizieq yang terjadi 7 Desember 2020. Ada sejumlah hal yang berhasil ditemukan di lokasi baku tembak.

Salah satu temuan yang disampaikan, yakni adanya proyektil dan selongsong peluru. Peluru-peluru itu ditemukan di sejumlah lokasi.

"Kami menemukan ada 7 proyektil peluru, tapi ada satu yang kami tidak yakin (berkaitan dengan peristiwa). Jadi dari 7 ada 6 yang kami yakin, satu kami tidak yakin," kata Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Investigasi, Choirul Anam saat konferensi pers, di kantor Komnas HAM, Senin (28/12).

Selain itu, Komnas HAM juga menemukan selongsong peluru. Jumlahnya berbeda dengan proyektil yang ditemukan.

"Untuk selongsong ada 4 yang kami temukan. Tapi, 3 yang kami yakin, satu kami tidak yakin," tambah dia.

Anam menegaskan, semua yang disampaikan saat ini belum pada kesimpulan. Semua temuan ini akan diuji lebih dalam.

"Ini semua masih membutuhkan uji balistik kami sedang mengupayakan terbuka dan transparan dan akuntabel. Bisa diakses itu akan membuat terangnya peristiwa ini kami temukan di beberapa titik," ujar dia.

"Kami tidak bisa menyebutkan titiknya di mana saja karena itu sedang kami cross check ulang," ucap dia.