Komodo, Hewan Purba Buas yang Penuh Daya Pikat

Seekor komodo di pintu masuk Loh Buaya, Pulau Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tiba-tiba menegakkan leher dan kepalanya. Dia kemudian berjalan dengan pelan-pelan, sekali-kali menjulurkan lidahnya, menuju sebuah parit untuk minum.
Baca juga: Berbagi Nasi Gratis Tiap Jumat Tak Membuat Miskin
Usai minum, komodo itu kemudian menegakkan lehernya. Kesempatan itu dimanfaatkan para turis asing untuk mengabadikannya. Mereka berfoto dekat dengan komodo yang sedang menegakkan leher dan kepalanya.
Tingkah komodo itu memang menjadi hal menarik bagi para wisatawan. Mereka mengabadikan setiap aktivitas yang dilakukan komodo, apalagi bila komodo sedang makan, hal itu akan menjadi 'aktraksi' menarik untuk wisatawan.
Komodo memang berjalan sangat lambat, dan makannya bisa sekali dalam satu atau dua bulan. Hewan purba ini lebih banyak tidur.
Saking asiknya memotret komodo, bahkan tak jarang sang pelancong lupa untuk waspada akan keselamatan dirinya sendiri.
Seperti yang terjadi pada seorang turis asing Loh Lee Aik, dia digigit komodo, Rabu (3/5) kemarin. Saat itu dia tengah memotret seekor komodo yang sedang makan bangkai kambing, namun ternyata ada komodo lain yang mendekat ke arahnya dan menggigit betis kiri Loh Leek Aik. Saat itu Lok Leek Aik sedang asyik memotret di luar area wisata dan tidak ditemani ranger, pawang atau pemandu wisata di Pulau Komodo. (Baca: Turis Singapura Digigit Komodo Saat Memotret).
Komodo menyerang manusia bukan hanya terjadi sekali ini. Bahkan pernah ada komodo yang masuk ke dalam dapur dan menggigit orang yang sedang berada di sana. Namun kasus serangan komodo pada Lok Lee Aik di Taman Nasional Komodo NTT adalah kasus pertama sejak 5 tahun terakhir. (Baca: Deretan Kisah Nahas Manusia Digigit Komodo)
Meski berbahaya, namun tetap saja pesona komodo tak pernah pudar. Hewan yang berjalan lambat dan sudah ada sejak 40 juta tahun lalu itu tetap menjadi magnet atau daya tarik bagi turis.

Pariwisata Komodo Melesat
Meski komodo berjalan lambat, namun pariwisata komodo belakangan ini bergerak sangat pesat. Kunjungan turis ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai pintu masuk destinasi wisata komodo dan Pulau Padar, mengalami pertumbuhan cepat.
Sejak Taman Nasional Komodo (TNK) terpilih sebagai salah satu dari New Seven Wonders of Nature tahun 2011, kunjungan turis asing dan domestik meningkat pesat.
Baca juga: Dokter Tompi Kecewa Ahok Kalah, Tapi Sudah Move On
"Terutama kunjungan turis asing," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Theodorus Suardi seperti dilansir Antara, Kamis (4/5/2017).
Data statistik terkait dengan pertumbuhan hal itu, pada 2012 kedatangan turis asing hanya 26.631 orang, pada 2013 naik 33 persen menjadi 35.473 orang, pada 2014 naik 23 persen menjadi 43.681 orang, pada 2015 naik empat persen menjadi 45.372 orang, dan pada 2016 naik 20 persen menjadi 54.335 orang.
"Para turis asing datang ke Labuan Bajo rata-rata minimal tinggal selama 5,4 hari," kata Theodorus Suardi Labuan Bajo yang menjadi pintu masuk wisata komodo, kini sudah seperti "labuan bule" karena banyaknya turis asing berseliweran di kota pelabuhan tersebut.
Memang jauh lebih banyak kunjungan turis asing ke wisata komodo, kemudian mereka melakukan menyelam (diving) melihat ikan Manta dan penyu raksasa, dibandingkan turis domestik.
Ia memaparkan data pada 2012 turis domestik (nusantara) yang datang hanya 4.284 orang atau 16 persen dibandingkan dengan turis asing 26.631 orang. Pada 2013, kunjungan turis domestik 7.825 orang atau 22 persen dibandingkan dengan turis asing 35.475 orang.

Pada 2014, kunjungan turis domestik sebesar 11.469 orang atau 26 persen dibandingkan dengan kunjungan turis asing 43.681 orang. Pada 2015, kunjungan turis nusantara mencapai 15.574 orang atau 34 persen dibandingkan dengan kedatangan turis mancanegara 45.372 orang.
Pada 2016, kunjungan turis nusantara mencapai 29.377 orang atau 54 persen dibandingkan dengan kunjungan turis mancanegara yang mencapai 54.335 orang.
Berdasarkan data statistik pada 2016, negara asal turis asing yang datang ke Labuan Bajo dan wisata komodo, peringkat pertama adalah Amerika sebanyak 7.421 orang, disusul Australia 6.933 orang, Inggris 4.922 orang, Prancis 4.641 orang, Spanyol 4.631 orang, Jerman 4.376 orang, Belanda 3.836 orang, Kanada 1.641 orang, kemudian Italia 1.379, dan Swiss 655 orang.
