News
·
31 Juli 2021 12:35
·
waktu baca 2 menit

Kompleks PBB di Afghanistan Diserang, Seorang Polisi Tewas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kompleks PBB di Afghanistan Diserang, Seorang Polisi Tewas (321601)
searchPerbesar
Ilustrasi seorang penjaga keamanan berdiri di luar gedung PBB di Herat sehari setelah serangan terhadap kompleks pada 24 Oktober 2010 di Herat, Afghanistan. Foto: Chris Hondros/Getty Images
Kompleks PBB di Kota Herat, Afghanistan, diserang pada Jumat (30/7) waktu setempat. Akibatnya, seorang petugas kepolisian Afghanistan tewas.
ADVERTISEMENT
Menurut Misi Pembantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), serangan dilakukan oleh “unsur anti-pemerintah” di gerbang masuk kompleks.
Tetapi, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Dikutip dari Reuters, penyerangan terhadap markas PBB itu terjadi beberapa jam usai pasukan Taliban menginfiltrasi Kota Herat.
Pejabat UN melaporkan adanya bentrokan sengit antara tentara keamanan Afghanistan dengan Taliban di dekat markas besar UNAMA sebelum terjadinya insiden di kompleks PBB.
Kompleks PBB diserang dengan tembakan senjata api dan granat berpeluncur roket. Tidak ada pejabat UN yang terluka dalam peristiwa ini.
“Serangan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa merupakan tindakan tercela dan kami mengutuknya dengan keras,” ujar Delegasi Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, sebagaimana dikutip dari AFP.
Kompleks PBB di Afghanistan Diserang, Seorang Polisi Tewas (321602)
searchPerbesar
Pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di lokasi serangan di Kabul, Afghanistan Senin (24/12/2018). Foto: REUTERS/Omar Sobhani
“Pelaku penyerangan ini harus diidentifikasi dan diadili,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Diketahui, pertempuran antara Taliban dan tentara keamanan Afghanistan di pinggiran Kota Herat sudah berlangsung selama dua hari terakhir. Kota Herat, ibu kota dari Provinsi Herat, merupakan kota terbesar ketiga Afghanistan yang dihuni 600 ribu penduduk.
Tak hanya di pinggiran Kota Herat, bentrokan juga dilaporkan terjadi di jalanan menuju bandara dan di sejumlah distrik sekitar, yakni Distrik Injil dan Guzara.
“Semua warga ketakutan,” ujar Abdul Rab Ansari, seorang pengungsi dari Distrik Guzara.
Serangan terhadap markas besar PBB ini terjadi usai Amerika Serikat menarik pasukannya dari Afghanistan. Proses pemulangan diprediksi akan rampung pada akhir Agustus.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020