Kondisi 10 Jemaah Haji yang Luka Akibat Kecelakaan Bus di Jabal Magnet

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Fatah Afrial/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Fatah Afrial/kumparan

Kecelakaan dua bus rombongan jemaah haji Indonesia terjadi di kawasan Jabal Magnet--60 km dari Madinah--, Arab Saudi. Peristiwa terjadi pada Selasa (28/4) pagi Waktu Arab Saudi.

Rombongan yang terlibat kecelakaan yakni jemaah kloter SUB-2 (Embarkasi Surabaya) dari Probolinggo dengan jemaah JKS-1 (Embarkasi Jakarta-Bekasi). Mereka ke Jabal Magnet dalam rangka city tour.

"Kronologi yang kami terima, pada 28 April 2026 pukul 10.30 WAS bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1," kata Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Hasan Afandi, Rabu (29/4).

Wisata gurun di Jabal Magnet, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Menurut Hasan, 10 orang jemaah terluka akibat kecelakaan tersebut. Tujuh di antaranya dari JKS-1, dua dari SUB-2 dan satu orang pengurus KBU Nurul Haramain.

"Hingga saat ini masih ada satu jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah atas nama Sri Sugihartini, 60 tahun, asal kloter SUB-2," kata Hasan.

kumparan post embed

Hasan menyebut, Kemenhaj memang memfasilitasi jemaah untuk ziarah ke tempat ibadah di Madinah, di antaranya Masjid Kiblatain, Masjid Kuba, dan Jabal Uhud.

Atas dasar itu, ia mengimbau kepada seluruh kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah untuk mematuhi sejumlah aturan.

Wisata gurun di Jabal Magnet, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Pertama, berkoordinasi aktif dengan petugas resmi. Kedua, mematuhi seluruh imbauan dan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, mengutamakan keselamatan dan kepentingan jemaah di atas segalanya. Keempat, tidak melakukan penawaran paket-paket wisata yang tidak ada hubungannya dengan jemaah.

Kelima, tidak melakukan pengutan tambahan kepada jemaah dengan alasan apa pun.

"Apabila masih ditemukan pelanggaran, terlebih yang mengabaikan keselamatan jemaah, maka kami tidak akan ragu untuk mencabut izin operasional KBU yang bersangkutan. Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar," pungkasnya.

Sekilas Jabal Magnet

Jabal Magnet atau Wadi Al-Baida merupakan destinasi unik di pinggiran Madinah yang tersohor karena fenomena kendaraan dapat meluncur naik secara otomatis meski mesin dalam posisi netral.

Banyak orang meyakini hal ini terjadi akibat tarikan magnet bumi yang sangat kuat, namun para ahli geologi lebih cenderung menyebutnya sebagai ilusi gravitasi.

Fenomena tersebut menciptakan tipuan visual pada mata manusia, sehingga jalan yang sebenarnya menurun terlihat seolah menanjak akibat kontur perbukitan di sekelilingnya.

Terlepas dari penjelasan ilmiah tersebut, lokasi ini tetap menjadi magnet wisata bagi jemaah haji dan umrah yang ingin merasakan langsung sensasi aneh tersebut di tengah panorama perbukitan batu yang eksotis.