Kondisi Ciliwung Disebut Membaik, KLHK Lepas Liarkan Berang-berang
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Komunitas Ciliwung Depok melepasliarkan tiga individu berang-berang cakar kecil atau Aonyx cinereus di Sungai Ciliwung, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu (5/6).
Direktur Konservasi keanekaragaman Hayati Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Indra Eksploitasia, mengatakan, sesuai arahan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, generasi muda harus senantiasa menjaga dan melestarikan satwa liar di habitat alaminya, termasuk berang-berang.
Indra mengatakan kegiatan itu tidak hanya sekadar melepasliarkan satwa, melainkan konsekuensi tanggung jawab untuk semua yang ada di komunitas Ciliwung agar menjaga berang-berang dapat hidup secara alami dan berkembang biak.
Ketiga individu berang-berang jantan yang dilepasliarkan tersebut masing-masing diberi nama Tegal (8), Alur (7), dan Onyx (5), merupakan hasil penyerahan masyarakat secara sukarela ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.
Spesies karnivora tersebut kemudian menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur yang dikelola Balai KSDA DKI Jakarta selama lebih dari satu tahun sampai akhirnya dinyatakan sehat dan siap dilepasliarkan.
Lebih lanjut Indra menjelaskan, hal ini menjadi salah satu pertanda ekosistem Ciliwung sudah membaik. Dengan adanya berang-berang, artinya ikan sebagai pakan sudah banyak.
"Harapan kami kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi kita semua dapat menghayati dan mengamalkan arti hari lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari serta melestarikan satwa kita sebagai bagian dari isi bumi, hidup berdampingan dengan satwa dengan menjalankan fungsinya masing-masing," ujar Indra dalam siaran pers, dikutip Antara, Minggu (6/6).
"Sungai Ciliwung dapat menjadi habitat yang baik untuk satwa dan penyangga kehidupan manusia," imbuhnya.
Sungai Ciliwung dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena sungai yang memiliki panjang 120 kilometer ini merupakan habitat yang cocok bagi berang-berang. Pasalnya, berang-berang memang menyukai kawasan basah yang mempunyai banyak air, khususnya aliran sungai dan juga pinggir pantai.
Sungai Ciliwung, khususnya yang melewati Kota Depok, vegetasinya masih bagus dengan berbagai jenis pohon seperti loa, sukun, beringin, benda, dan jenis bambu.
Menurut Indra, hal terpenting adalah Sungai Ciliwung masih memberikan daya dukung yang cukup memadai untuk keberlangsungan hidup berang-berang karena ketersediaan pakan berupa ikan masih cukup berlimpah.
Berang-barang cakar kecil merupakan satwa tidak dilindungi. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species mengkategorikan berang-berang cakar kecil ke dalam kelompok vulnerable atau rentan karena kecenderungan populasinya di alam semakin berkurang.
Selain degradasi habitat yang masih berlangsung, perburuan liar juga menjadi faktor penyebab menurunnya populasi jenis berang-berang ini.
