Kondisi IGD Selama RSUD Koja Diperbaiki: Dipindah ke Lantai 2

RSUD Koja menjadi sorotan setelah anggota Fraksi Golkar, Ramly HI Muhammad menilai pembangunan gedung baru yang tersendat mengganggu fasilitas rumah sakit yang ada. Salah satunya adalah lokasi IGD yang harus dipindahkan ke lantai 2.
Pantauan kumparan di lokasi pada Rabu (3/7) lokasi IGD yang dulu berada di dekat pintu keluar memang sudah ditutup dengan seng hijau. Penutupan tersebut karena adanya renovasi pada gedung tersebut.
Gedung tersebut sudah kosong. Hanya ada satu satpam berjaga di sana. Sementara halaman di luar gedung terlihat sudah digali. Namun, saat kumparan mendatangi lokasi tersebut tidak terlihat adanya pekerjaan pembangunan di sana.
Seorang petugas informasi mengatakan IGD berada di dua lantai yaitu lantai 1 Blok C dan lantai 2 Blok B. Dua lokasi tersebut berada di satu gedung.
“IGD di sini memang ada dua, di lantai 1 sama lantai 2. Dua-duanya sama. Kalau enggak ada di lantai 1 berarti di lantai 2,” kata seorang petugas di meja informasi, Rabu (3/7).
Saat datang ke RSUD Koja pelang IGD yang berada dalam gedung akan mengarahkan pengunjung ke IGD yang berada di lantai 1. Lokasi ruangan itu berada dekat pintu utama yang menjadi tempat ambulans menurunkan pasien.
Di dinding sebelum pintu masuk terdapat tulisan “Mohon maaf atas ketidaknyamanan anda. Sedang ada pekerjaan pembangunan gedung Blok A”. Selain itu juga terdapat poster larangan memotret.
Di lantai 1 itu juga ada meja pendaftaran pasien untuk mendapatkan perawatan IGD.
Bagaimana dengan IGD di lantai 2? Tidak ada petunjuk arah untuk ke tempat itu. Satu-satunya cara untuk mengetahui lokasinya adalah dengan bertanya ke petugas keamanan yang berjaga di sana.
IGD di lantai 2 berada di Blok B. Untuk mencapainya pasien atau pengunjung bisa menggunakan lift yang berada di blok tersebut. Selain lift juga bisa menggunakan tangga darurat yang berada tidak jauh dari lokasi lift.
Lokasi IGD berada tidak jauh dari lift tersebut. Ruangan itu berada di sebelah ruangan cuci darah.
Ada tiga petugas yang berjaga di pintu masuk ruangan. Mereka membenarkan, ruangan itu merupakan ruangan IGD. kumparan juga melihat beberapa bilik pasien di sana.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak menampik memang ada permasalahan dalam revitalisasi rumah sakit tersebut. Ia mengharapkan permasalahan itu segera dituntaskan oleh jajarannya.
“Ini kalau dari catatan yang ada, ada masalah penghapusan aset yang berdampak pada keterlambatan proses pembangunan. Mudah-mudahan ini bisa segera selesai sehingga kita bisa segera tuntaskan pembangunan itu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, (2/7).
