Kontak Tembak dengan TNI, Pimpinan KKB Papua Abubakar Kogoya Tewas

6 April 2024 9:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
19
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kontak Tembak TNI vs KKB di Tembagapura, Papua. Foto: Instagram/@puspentni
zoom-in-whitePerbesar
Kontak Tembak TNI vs KKB di Tembagapura, Papua. Foto: Instagram/@puspentni
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kontak tembak Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di wilayah Distrik Tembagapura Mimika Papua pada hari Kamis sore (4/4). Salah satu pimpinan KKB, Abubakar Kogoya, tewas ditembak.
ADVERTISEMENT
"Insiden tewasnya Abubakar Kogoya ini bukan tanpa sebab musabab yang jelas. Rentetan aksi kriminal yang mengganggu keamanan di bumi Papua, telah dilakukan oleh Abubakar dan tidak jarang aksinya itu menyebabkan korban di pihak masyarakat," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan) Kolonel Czi Ign Suriastawa dalam keterangannya, Sabtu (6/4).
Ia kemudian menjelaskan daftar aksi beringas Abubakar Kogoya yang dilakukannya selama ini:
21 Oktober 2017
Abubakar terlibat dalam penembakan terhadap 2 orang anggota Brimob bernama Bharada Almin dan Brigadir Mufadol di Mile 69 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
14 November 2017
Di lokasi yang sama, ia terlibat penembakan terhadap mobil LWB nomor lambung 01-4887.
30 Maret 2020
ADVERTISEMENT
Abubakar terlibat dalam penembakan di Gedung OB-1 Alun-alun Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. 1 orang Warga Negara Asing (WNA) bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia dan 2 orang karyawan mengalami luka tembak.
Lebih lanjut, berdasarkan rekam jejak, bergabungnya Abubakar Kogoya ke dalam KKB Papua telah terpantau dibawah pimpinan Lekagak Telenggen. Wilayah operasinya meliputi Kabupaten Puncak, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Intan Jaya.
"Tindakan tegas Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran percepatan pembangunan di wilayah Papua," ucap Suriastawa.