Koptu Muslimin, Suami dari Istri Prajurit TNI yang Ditembak OTK, Menghilang
ยทwaktu baca 2 menit

Koptu Muslimin, suami dari Rina Wulandari (34), istri prajurit TNI yang ditembak orang tidak dikenal di Kota Semarang menghilang sehari setelah penembakan. Keberadaan Koptu Muslimin masih misterius.
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto mengatakan, Koptu M telah mangkir dari tugas kedinasan sejak Selasa (19/7). Atau 1 hari setelah istrinya ditembak.
"Suami korban telah melakukan tindakan tidak hadir tanpa izin kepada komandan satuan atau THTI. Mangkir dari kedinasan militer. Hingga hari ini," kata Bambang dalam jumpa pers, Jumat (22/7).
Ia menjelaskan, Koptu Muslimin sempat menemani istrinya di rumah sakit. Namun, keesokan harinya ia menghilang.
"Setelah kejadian yang bersangkutan sempat mengantar dan sempat menunggu pascaoperasi selesai. Di kemiliteran, kami dituntut untuk kehadiran pada saat besok harinya dan yang bersangkutan tidak hadir. Kenapa bisa tahu tidak hadir? Kita pagi ada apel, sore juga tapi yang bersangkutan tidak ada," jelas dia.
Ia menegaskan, pelanggaran THTI yang dilakukan Muslimin kini ditangani oleh polisi militer.
"Apabila militer melakukan tindakan hadir tanpa izin ini sudah masuk dalam kategori tindak pidana militer. Sehingga oleh pimpinannya komandan batalion melaporkan kepada pimpinan dibarengi pelimpahan perkara kepada penyidik dalam hal ini polisi militer," tegas dia.
Namun, ia enggan berspekulasi jika Muslimin ikut terlibat penembakan istrinya karena menghilang hingga saat ini.
"Mohon maaf kita tidak bisa menjawab masalah itu," ucap Bambang.
Namun Bambang memastikan TNI masih terus mencari keberadaan Muslimin. "Upaya kita mencari sampai yang bersangkutan ditemukan," kata Bambang.
Sementara Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, polisi masih menunggu hadirnya Koptu Muslimin.
"Suami korban belum kembali ke rumah jadi kita juga menunggu kehadiran yang bersangkutan untuk dimintai keterangan," kata Irwan.
Sebelumnya, penembakan terjadi di depan rumah korban di Perumahan Grand Cemara, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, pada Senin (18/7) pukul 12.00 WIB.
Ibu 3 anak itu mengalami luka parah akibat dua tembakan yang dilayangkan oleh pelaku.
