TNI Jaga Ketat Istri Prajurit yang Ditembak di Semarang, Keluarga Dipindah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar 4 pelaku penembakan istri TNI di Semarang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar 4 pelaku penembakan istri TNI di Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Kodim 0733 Kota Semarang menugaskan prajurit TNI untuk menjaga ketat Rina Wulandari (34) istri dari Kopral Satu (Koptu) Muslimin yang masih dirawat di RS Hermina Banyumanik. Rina menjadi korban penembakan orang tidak dikenal pada Senin (18/7).

Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana mengatakan, selain menjaga Rina, pihaknya juga memindahkan keluarga korban ke ke asrama Batalyon Arhanud-15. Sementara rumah yang menjadi lokasi penembakan juga dijaga.

"Kita membuat piket untuk menjaga korban sehingga terjaga keamanannya. Untuk anak-anak dan keluarga dipindahkan ke asrama Yon Arhanud untuk berikan rasa aman," kata Letkol Inf Honi Havana, Kamis (21/7).

Sementara itu, ibu korban Widarti menjelaskan kondisi ibu 3 anak itu mulai membaik pasca operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di perutnya.

kumparan post embed

"Iya (luka di sekitar perut). Sudah membaik, bisa ngomong. Tanya-tanya anaknya, ibu suruh jaga. Makannya pakai infus sama yang lembut-lembut," ujarnya.

Untuk diketahui, peristiwa ini sendiri terjadi di depan rumah korban di Perumahan Grand Cemara, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 siang, pada Senin (18/7) kemarin.

Korban mengalami luka parah akibat dua tembakan yang dilayangkan oleh pelaku.