Menguak Fakta Penembakan Istri TNI: Mungkinkah Ada yang Suruh Pelaku?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan rekaman CCTV pelaku penembakan istri TNI di Kota Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat menunjukan rekaman CCTV pelaku penembakan istri TNI di Kota Semarang. Foto: Intan Alliva/kumparan

Tim gabungan TNI-Polri mengungkap perkembangan terbaru kasus penembakan yang menimpa istri anggota TNI di Kota Semarang. Penyidik menduga pelaku penembakan merupakan warga sipil biasa.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pelaku penembakan bukan profesional yang biasa memegang senjata. Hal tersebut dapat dilihat dari gerak-gerik pelaku di lokasi berdasarkan rekaman CCTV.

"Pelaku penembakan ini tidak terlatih dan hanya warga sipil biasa. Misal ketika menanti korban di dekat rumah, pelaku tampak berjalan-jalan secara liar dan mencurigakan. Kalau profesional cara jalannya tidak seperti ini," ujar Irwan sambil menunjukkan rekaman CCTV di Mapolrestabes Semarang, Rabu (20/7).

Menurutnya, tidak profesionalnya pelaku juga terlihat saat dia memegang senjata dan menembak korban di tembakan pertama. Hal itu terlihat dari cara memegang pistol yang janggal.

"Pelaku tidak melakukan kuda-kuda dengan baik saat menembak. Ini kalau profesional, tangan kanan menembak, tangan kiri harusnya mencengkram pundak. Makanya mungkin tembakannya meleset karena pelaku tersentak," jelas dia.

kumparan post embed

Penembak Istri TNI di Semarang Terima Telepon sebelum Beraksi

Tangkapan layar 4 pelaku penembakan istri TNI di Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Kombes Irwan, dari rekaman CCTV menunjukkan seorang pelaku sibuk menerima telepon sebelum mengeksekusi korban.

"Pelaku menunggu di ujung gang. Sepertinya nunggu aba-aba ini, dia berkomunikasi dengan seseorang karena [megang] HP terus ini," jelas dia.

Ia juga menjelaskan, pelaku penembakan bukan profesional yang biasa memegang senjata. Hal tersebut dapat dilihat dari gerak-gerik pelaku di TKP berdasarkan rekaman CCTV.

Tim gabungan TNI-Polri masih mengindentifikasi siapa otak pelaku penembakan R (34), seorang istri anggota TNI di Kota Semarang.

kumparan post embed

Kronologi Lengkap Penembakan Istri TNI di Semarang

Tangkapan layar dari CCTV saat keempat pelaku berada dilingkungan rumah korban. Foto: Dok. Istimewa

Polisi membeberkan kronologi lengkap kasus penembakan seorang istri TNI di Kota Semarang berinisial R (34).

Senin 18 Juli 2022

Pukul 11.35.38 WIB

Dua orang pelaku memasuki area TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja Hijau dan standby di pertigaan jalan dekat pos ronda.

Pukul 11.35.51 WIB

Dua 2 orang pelaku mengendarai motor Honda Beat Street hitam menyusul dua pelaku sebelumnya. Memantau rumah korban dari pertigaan jalan dekat pos ronda.

Pukul 11.38.17 WIB

Korban termonitor keluar menjemput anaknya ke sekolah lantaran ia menerima kabar anaknya sedang tidak sehat

Pukul 11.38.50 WIB

Pelaku yang mengendarai Honda Beat Street hitam menyusul korban

Pukul 11.38.57 WIB

Pelaku yang mengendarai motor Ninja ikut menyusul korban.

Pukul 11.47.33 WIB

Korban terlihat dalam perjalanan menuju rumah usai menjemput anaknya. Ia diikuti oleh 2 orang tersangka yang mengendarai sepeda motor ninja hijau. Saat itu, pelaku menembak korban pertama kali."Dalam tempo ini terjadi proses penembakan pertama," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Rabu (20/7).

Pukul 11.47.57 WIB

Tembakan pertama rupanya tidak membuat korban rubuh. Kemudian dua orang pelaku berbalik arah dan menembak korban untuk kedua kalinya. Korban sempat melawan dan memeluk anaknya sebelum masuk ke teras rumah dan mendapatkan pertolongan.

Pukul 11.48 WIB

Dua orang pelaku yang pengendara motor ninja hijau termonitor oleh CCTV Cemerlang Sport Jalan Cemara Raya dan melewati Masjid Raya Al-Muhajirin. Mereka mengarah ke Jalan Tusam atau ke Jalan Kanfer Raya. Sementara 2 orang pelaku pengendara Honda Beat tidak termonitor di CCTV Masjid Raya Al Muhajirin.

Irwan menduga, 4 pelaku yang bekerja di lapangan tersebut dikomandoi oleh seseorang. Sebab, ada pelaku yang menelepon seseorang sebelum mereka menembak.

kumparan post embed