Korban Binary Option Sempat Laporkan Doni Salmanan ke Polda Jabar, Tak Direspons

Setelah kasus dugaan penipuan, judi online hingga pencucian uang Binomo mencuat, satu per satu korban muncul. Selain Indra Kenz--yang kini jadi tersangka--para korban binary option juga sempat melaporkan afiliator lain, Doni Salmanan.
Ada 2 korban yang melaporkan Doni Salmanan ke Polda Jabar. Tapi, sampai saat ini tidak ada respons.
"Ada dua orang yang membuat laporan untuk DS ini. Di sini korban telah membuat laporan di Polda Jabar, tapi pada saat membuat laporan ini tidak mendapat bukti lapor, tidak mendapat LP juga, sekarang ditanyakan tidak ada respons," ujar Finsensius kepada wartawan, Jumat (25/2).
Menurutnya, 2 orang korban ini dirugikan Doni Salmanan masing hingga puluhan juta. Hal itu dilaporkan sekitar awal Februari 2022 namun hingga saat ini belum ada kejelasan.
"Makanya korban ini datang ke kami meminta tolong bagaimana solusinya. Karena mereka datang, mereka cerita, mereka tulis kronologis tapi tidak ada LP dan tidak ada juga bukti lapor. Sudah kurang lebih 3 minggu tidak ada juga respons sampai sekarang," ungkap Finsensius.
Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, Finsensius mengatakan akan kembali mendampingi 2 korban untuk melapor ke Bareskrim Polri.
"Oleh karena itu kami berencana kalau nanti memang Polda Jabar tidak merespons kami berencana membuat laporan di Bareskrim mungkin minggu depan," katanya.
Lebih lanjut, Finsensius berharap hal ini bisa menjadi atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk bisa membuat posko korban penipuan aplikasi binary option di setiap Polda di seluruh Indonesia.
"Bukan hanya Binomo ya, kalau digabung ada Binomo, ada Quotex, ada Olymptrade, ada yang macem-macem itu lagi. Nah ini bisa ratusan atau jutaan orang mungkin korbannya ya. Saking banyaknya," tutupnya.
